Suara.com - Kepolisian terus mengusut kasus pembunuhan dan penganiayaan Salim Kancil. Salim adalah petani dan aktivis anti tambang pasir ilegal di Lumajang, Jawa Timur.
Polisi mencari aktor intelektual atau otak kasus itu selain Kepala Desa Selok Awar-awar yang telah ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan dan tambang ilegal.
"Sementara ini masih kepala desa, karena dia punya kepentingan. Tetapi tak menutup kemungkinan ada orang dibelakang kepala desa," kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2015).
Dia menjelaskan, saat ini kepala desa Selok Awar-Awar yang jadi dalam pembantaian itu tengah diperiksa secara intensif di Polda Jawa Timur. Dari yang bersangkutan, polisi menelusuri aktor utamanya.
"Kepala desanya sedang diperiksa. Dari dia bisa dicek sms yang di HP mereka masing-masing," ujarnya.
Namun, Badrodin tak mau berspekulasi apakah ada indikasi keterlibatan stake holder setempat seperti pejabat dan Bupati Lumajang dalam kasus tersebut. Menurutnya pihaknya harus melihat fakta hukum sebelum membidik dugaan keterlibatan pihak lain dalam perkara itu.
"Kalau itu pidana, tentu harus ada fakta hukum yang mendukung. Saya tidak bisa mengatakan si A atau si B," imbuhnya.
Kendati demikian, pihaknya terus menyidik kasus tersebut hingga tuntas. Bahkan selain Kepdes, Polisi tengah membidik pihak yang mendukung serta membiayai kepala desa tersebut yang diduga berperan sebagai aktok intelektual pembantaian.
"Sejauh ini yang sudah pasti sampai kepala desa. Tetapi sedang kami kembangkan, apa di balik kepdes itu ada yang mensposori atau membiayai," terangnya.
Sebelumnya, Wadir Reskrimsus Polda Jatim AKBP Anom Wibowo di Surabaya, Kamis (1/10) mengungkapnya bahwa Kepala Desa Selok Awar-awar telah ditetapkan sebagai tersangka otak intelektual pembunuhan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes RP Argo Yuwono menjelaskan penyidik Reskrim sudah menetapkan 22 tersangka dalam kasus ini. Tapi yang ditahan 17 tersangka.
"Itu karena lima tersangka masih berada di Lumajang untuk pengembangan kasus itu sendiri. Ke-22 tersangka itu tercatat delapan tersangka untuk kasus pembunuhan Salim Kancil dan enam tersangka untuk kasus penganiayaan Tosan," katanya.
Enam tersangka lainnya terlibat dalam kasus pembunuhan dan penganiayaan. Delapan tersangka dalam kasus pembunuhan Salim Kancil adalah TS, EP, HM, GT, TM, ES, NG, dan RH, sedangkan enam tersangka dalam kasus penganiayaan Tosan adalah MS, SL, SY, SM, ED, dan DH. Untuk enam tersangka yang terlibat kedua kasus adalah FW, HD, SK, MD, WD, dan BR.
"Ada dua tersangka di Lumajang itu yang tidak ditahan karena tergolong masih di bawah umur, yakni IN dan AA, sehingga dia wajib lapor ke Polres Lumajang," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Kapolri Target Investigasi Kelalaian Polisi di Kasus Salim Beres
-
Ini Tanggapan Tertulis Kapolri Soal Petisi Kasus Salim Kancil
-
Kades Awar-awar Jadi "Aktor Intelektual" Pembunuhan Salim Kancil
-
DPR Tak Ungkap Dalang Pembunuh Salim Kancil, Tapi Akar Masalahnya
-
Politisi PDIP Curigai Polisi Lalai di Pembunuhan Salim Kancil
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal