Suara.com - Sebuah survei dari Economist Intelligence Unit (EIU) di Inggris, negara-negara benua biru (Eropa) dan persemakmuran menempati peringkat teratas dari 80 negara terkait survei tempat yang layak buat manusia menyongsong kematian.
Seperti dilansir Dailymail, Rabu (7/10/2015), survei ini berkaitan dengan studi global tentang kelayakan standar perawatan selama hidup,.
Tempat teratas adalah Inggris dengan skor standar 93,3 diikuti Australia dan Selandia Baru, sementara Amerika Serikat berada di urutan ke sembilan.
Sedangkan Indonesia tercatat memperoleh skor 33,6, masih berada di atas Filiphina 15,3 dan masih lebih baik di atas Arab Saudi 30,3.
Catatan tempat paling buruk untuk mati adalah Irak dan Bangladesh.
Orang-orang yang meninggal di Bangladesh, Filiphina, Nigeria dan Myanmar diperkirakan mendapatkan pelayanan terendah. Hal ini berdasarkan temuan atas kualitas pelayanan rumah sakit dan rumah penampungan.
Keahlian staf di negara tadi juga rendah, termasuk kualitas pelayanan rumah sakitnya.
Cina menempati posisi ke-71 karena dianggap paling rentan dari populasi dan meningkatnya insiden kondisi seperti penyakit kardiovaskular.
Menurut studi ini, penerapan perawatan paliatif di Cina telah melambat, dengan pendekatan kuratif mendominasi strategi kesehatan.
Studi ini juga menemukan tingkat pendapatan berkorelasi kuat dengan keberhasilan dalam memberikan perawatan paliatif, seperti Singapura, pada 12, Hong Kong, 22, dan Arab Saudi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Jadwal dan Lokasi Geopark Run Series 2026-2027: Dari Ijen hingga Belitong
-
Dittipideksus Bareskrim Bongkar Sindikat Penyelundupan Bawang Ilegal Asal Malaysia
-
MAKI Ungkap Alasan Korupsi Tambang Bauksit Aseng Mulus Bertahun-tahun: Ada Beking Pejabat!
-
Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan
-
Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu
-
ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan
-
Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus
-
Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026
-
Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!
-
Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api