Suara.com - Lurah Parungmulya, Asep Kadarusman mempraperadilankan Polres Kabupaten Karawang, Jawa Barat atas penangkapan dirinya. Asep adalah , tersangka kasus dugaan pemerasan seorang pengusaha limbah.
"Gugatan permohonan praperadilan terhadap Polres Karawang itu sudah disampaikan ke Pengadilan Negeri," kata salah satu tim kuasa hukum tersangka, Supriadi di Karawang, Jumat (9/10/2015).
Menurut dia, penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap Asep dinilai tidak sah dan dianggap merugikan. Asep ditangkap pada pekan pertama September 2015.
Supriadi menjelaskan kliennya menuntut ganti rugi sekitar Rp50 miliar.Pihak kepolisian sebagai terlapor dianggap telah melakukan kriminalisasi terhadap Asep Kadarusman. Proses penangkapan yang dilakukan polisi tidak sesuai ketentuan hukum.
Saat ditangkap, kata dia, tidak ada barang bukti pemerasan. Terkait adanya uang Rp30 juta, itu karena Asep Kadarusman sedang melakukan perjanjian kerja sama bisnis dengan seorang pengusaha, Hotibul Umam.
"Uang yang dijadikan alat bukti oleh polisi itu bukanlah uang hasil pemerasan. Itu merupakan uang hasil kerja sama bisnis," kata dia.
Polisi tidak menunjukkan surat perintah penangkapan terlebih dahulu, saat akan menangkap Asep Kadarusman. Bahkan, pihak keluarga Asep tidak diberi tembusan surat perintah penangkapan.
"Itu jelas melanggar Pasal 18 ayat 1 dan 3 Undang Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP. Jadi saya kira, penangkapan klien kami itu memang direkayasa," katanya.
Sementara itu, aparat kepolisian dari Polres Karawang pada Jumat (4/9) menangkap Kepala Desa Parung Mulya Asep Kadarusman karena diduga memeras seorang pengusaha limbah. Penangkapan itu dilakukan setelah Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Karawang melakukan penggeledahan kantor desa tersebut, yang berlokasi di Desa Parung Mulya, Kecamatan Ciampel.
Alasan penangkapan itu, terkait dengan dugaan kasus pemerasan yang dilakukan Asep Kadarusman terhadap seorang pengusaha limbah, pada Kamis, 3 September 2015, di sekitar Kawasan Industri Mitra Karawang. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bareskrim Siap Miskinkan Mafia Haji dan Umrah, Aset Disita Pakai Pasal TPPU
-
Jangan Tergiur Promo Medsos, 20 Laporan Penipuan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj Tiap Hari
-
Eks Kadis LH DKI Jadi Tersangka Longsor Maut Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
-
Pigai Ungkap 15 Warga Tewas di Papua, Minta Pelaku Segera Diungkap
-
Proyek Giant Sea Wall Dimulai dari Pantura, Pemerintah Siapkan Pembangunan Bertahap
-
15 warga Sipil Tewas di Kembru Papua, Menteri HAM Pigai: Pelaku Sudah Diketahui, Jangan Sembunyi!
-
Prabowo Minta Ahli Kampus Ikut Garap Tanggul Laut Raksasa, Pantura Jadi Titik Awal
-
Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak
-
Irvian Bobby Sultan Kemnaker Klaim Keluarganya Terima Intimidasi dari Istri Noel
-
Saksi dari Eks Bos Google Buka Suara di Sidang Nadiem: Investasi GoTo Tak Terkait Kemendikbudristek