Suara.com - Setidaknya 95 orang tewas menyusul peristiwa bom bunuh diri di Ankara, Turki, yang dilakukan dua pelaku beberapa pekan menjelang pemilu di negara itu.
Bom bunuh diri itu sengata menyasar para aktivis buruh dalam aksi damai yang digelar oleh kelompok kiri dan oposisi pendukung Kurdi.
Seperti dilansir Reuters, Minggu (11/10/2015), potongan tubuh bercampur dengan meteri demonstrasi dari kelompokoposisi Partai Rakyat Demokratik (Peoples' Democratic Party/HDP) berserakan di jalanan.
HDP menuding peristiwa itu dipicu sikap pemerintah Turi yang ‘berlumuran darah’.
Sebelum bom meledak, gambar dari CNN menujukkan lelaki dan perempuan bergandengan tangan sambil menari dan tiba-tiba bom meledak di barisan belakang.
Setelah ledakan tersebut, situasi di lokasi kejadian kacau, sementara ambulans mencari korban cidera dan polisi menutup kawasan itu.
"Kami mendengar satu ledakan kuat dan kemudian satu lagi ledakan lebih kecil, dan kemudian terjadi kepanikan. Kemudian kami melihat mayat-mayat di sekitar stasiun," kata Ahmet Onen (52).
"Demonstrasi yang ingin menggerakkan perdamaian berubah menjadi pembantaian, Saya tidak mengerti," katanya sambil berurai air mata.
Sementara Pemerintah Turki menyebut peristiwa ini sebagai serangan teroris.
"Seperti serangan teror lainnya, salah satunya di stasiun kereta api Ankara menargetkan persatuan kita, kebersamaan, persaudaraan dan masa depan," kata Presiden Tayyip Erdogan, yang bersumpah untuk menghancurkan pemberontakan militan Kurdi sejak runtuhnya gencatan senjata dan kembalinya kekerasan intens pada Juli 2015 lalu.
"Kami mengutuk dan mengecam keras serangan brutal ini yang ditujukan kepada demokrasi dan keamanan negara kami," demikian pernyataan kementerian dalam negeri Turki.
Tag
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Menhub Prediksi Ada 285 Ribu Kendaraan Saat Puncak Arus Balik Lebaran Hari Ini
-
KA Lokal Ikut Jadi Primadona Selama Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026
-
Momen SBY, Anies Baswedan dan AHY Ngobrol Santai Saat Halalbihalal di Cikeas
-
Gangguan Mesin, 61 Penumpang Kapal Motor Sempat Terombang-Ambing di Kepulauan Seribu
-
Gangguan Mesin, 61 Penumpang Kapal Motor Sempat Terombang-Ambing di Kepulauan Seribu
-
Ini Identitas Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Air Canada, Mimpinya Berakhir di Landasan Pacu
-
Andalkan Google Maps, Pemudik Arus Balik Malah Nyasar ke Jalan Sawah Menuju Tol Jogja-Solo
-
Ucapan Trump 100 Persen Bohong, Iran Hujani Tel Aviv dengan Rudal Bermuatan Ratusan Kg Peledak
-
Terintegrasi Banyak Tempat Wisata dan Pusat Perbelanjaan, LRT Bisa Jadi Solusi Libur Lebaran
-
Sindiran Satire ke KPK, Panen Penghargaan Buntut Yaqut Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran