Suara.com - Ratusan relawan dari Kedutaan Besar Swedia ikut aksi bersih- bersih di tengah acara car free day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (18/10/2015).
"Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, untuk tidak buang sampah sembarangan," ujar Team Leader Clean Up Jakarta dari Kedutaan Besar Swedia, Natasha.
Natasha mengimbau semua warga turut menjaga kebersihan Ibu Kota Jakarta.
"Kami mengajak warga Jakarta untuk ikut partisipasi untuk bertanggungjawab menjaga kota Jakarta dari sampah. Di mulai dari hal- hal kecil dan di mulai dari anak kecil," katanya.
Staf Promosi Environmental Technology Kedutaan Besar Swedia mengajak para ekspatriat dari Kedutaan Besar Swedia juga ikut turun tangan.
Ia mengatakan Indonesia merupakan negara indah, namun masih banyak orang yang tidak peduli tentang keindahan itu.
Ia berharap acara Clean Up Jakarta tidak hanya dilakukan di Bundaran Hotel Indonesia, tetapi juga di tempat yang lain.
"Ke depan, kita memilih tempat yang lebih kotor lagi,"
Sampah- sampah yang dikumpulkan, kata Natasha, bisa dimanfaatkan untuk membuat berbagai aksesoris, di antaranya tas, dompet, dan tempat pensil.
"Kalau sampahnya yang bisa di daur ulang dan kita kirim ke organisasi yang bisa mendaur ulang. Seperti sampah deterjen dan bungkus kopi bisa diolah menjadi tas," katanya.
Autilia Arfwidson dari Kedutaan Besar Swedia mengaku senang bisa berpartisipasi acara Clean Up Jakarta. Ia bangga bisa berkontribusi di acara ini.
"Saya percaya ini benar-benar kegiatan yang positif dan penting untuk semua orang untuk bertanggung jawab di masa mendatang. Im very happy and it's amazing day," tutur Autilia.
Icha (20), warga Jakarta Selatan yang juga menjadi relawan Clean Up Jakarta mengaku antusias. Ia salut dengan warga ekspatriat yang punya kepedulian.
"Ini sangat menginspirasi kita semua. Bule aja perhatian dengan banyaknya sampah disini masa kita nggak," kata dia.
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Pura-pura Jadi Pembeli! Polisi Ciduk Pengedar 15 Airsoft Gun yang Dijual via WhatsApp
-
Mahfud MD Sebut Penolakan UU Polri oleh Mahasiswa Wajar: Memang Tak Ada Perubahan
-
FPTHSI Tepis Pidato Prabowo Sebut Gaji Guru Terkendala Anggaran: Dana Cukup, Tapi Salah Distribusi
-
Shopee Permudah Seller Kelola Keikutsertaan Program Promosi di Laman "Pengelolaan Program Saya"
-
Gus Yaqut Tumbang di Tahanan, Istri Apresiasi Langkah Cepat KPK Larikan ke RS
-
Gaji Dokter Timpang! Menkes: Ada yang Miliaran, Ada yang Selevel Tukang Parkir
-
Viral Isu Kantor RW di Cikini Digusur Demi SPPG, Ini Fakta Sebenarnya
-
Miris! Menkes Budi Bongkar Sisi Gelap Dunia Medis: Banyak Nakes Kena Bullying dari Seniornya
-
Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri Seperti Narasi Viral
-
Di Sini Wilayah Paling Parah Akibat Gempa Venezuela, Banyak Orang Meninggal