Suara.com - Bayi bernama Salsabila Nadifa berusia tiga bulan, warga Utanauli, Nagari Tarung-Tarung, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, meninggal diduga akibat terpapar kabut asap setelah dirawat selama sepuluh menit di RSUD Lubuk Sikaping.
Seorang Dokter di RSUD Lubuk Sikaping, Dr Khairunnisa mengatakan, ada masalah di paru-paru bayi itu, apakah dia korban kabut asap atau tidak belum bisa dijelaskan, namun, dari ciri-ciri ditemukan ada indikasi korban meninggal akibat terpapar asap.
"Begitu tiba di RSUD, badan kondisi bayi membiru, mengindikasikan ada gejala paru-paru dan badan lemas, denyut jantung 40 per menit. Kondisi bayi sudah kritis. Kita menangani bayi sekitar 10 menit, dan nyawanya tak tertolong lagi, Kamis sore, sekitar pukul 16.00 WIB almarhumah menghembuskan napas terakhir," kata Khairunnisa di Lubuk Sikaping, Kamis (22/10/2015).
Sebelum dibawa ke RSUD tersebut, almarhumah Salsabila Nadifa, yang merupakan anak pertama dari pasangan Asmarani (23) dan Gusrizal (29), di daerah tempat tinggalnya saat ini diselimuti asap pekat, yang merupakan kabut asap kiriman, dimana pada Kamis (22/10/2015), ada pada level berbahaya.
"Sejak lahir kondisi anak saya sehat-sehat saja, namun pagi sebelum ia meninggal dia saya bawa bermain ke luar rumah, saat kabut asap begitu pekat," kata orang tua almarhumah, Asmarani.
Setelah itu, kata Asmarini, anaknya mulai mengalami gejala aneh, dan kesulitan bernapas, melihat kondisi anaknya, ia dan suaminya langsung melarikan anaknya ke Puskesmas terdekat.
"Setelah dibawa ke Puskesmas sekitar pukul 15.00 WIB, mereka menyarankan Salsabila dirujuk ke RSUD Lubuksikaping," jelasnya.
Dia menambahkan, dari keterangan dokter yang menangani, anaknya itu mengalami penyempitan saluran pernapasan, namun, tidak jelaskan secara rinci apa penyebabnya.
"Anak saya sejak lahir normal, dia sehat tak pernah sakit," katanya.
Sementara itu, Zuraidah (63), nenek korban menduga cucunya tewas akibat terpapar asap, setelah sang ibu membawa cucunya itu bermain di luar rumah di pagi hari.
Jenazah baru diantar ke rumah duka, dengan ambulans ke rumah duka di Rao, sekitar pukul 18.30 WIB, setelah sebelumnya dilakukan observasi terhadap bayi tersebut.
Sehubungan dengan itu, dari data BPBD setempat, kualitas udara Kabupaten Pasaman, masuk pada level berbahaya juga berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKG) yang melaporkan, tingkat pencemaran udara di daerah itu mencapai 465 Ug/meter persegi.
Kualitas udara yang menjadi tolak ukur udara di daerah itu, yakni di daerah Kototabang, dimana untuk kategori Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masuk kategori berbahaya, dimana untuk ISPU sehat seharusnya dengan PM10 antara 1 sampai 50 ug/m3. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran