Suara.com - Kepala Bidang Lingkungan dan Mitigasi Bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Parwati Sofan mengatakan luas lahan kebakaran hutan sampai saat ini sekitar 2.708.485 hektar. "Luas lahan terbakar dihitung dari Satu Juli sampai 20 Oktober 2015 sekitar 2.708.485 hektar," kata Parwati Sofan saat ditemui di gedung Graha BNPB, Jalan Pramuka 38, Jakarta Timur, Jumat (30/10/2015).
Kebakaran hutan menurut Lapan sampai saat ini terbesar di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Papua, Sulawesi Tenggara, Maluku, Nusa Tenggara Timur. Untuk di Papua lebih banyak terjadi kebakaran hutan disekitar daerah Merauke
Menurut Parwati, Lapan juga menemukan titik kebakaran hutan di sekitar daerah Bali dan beberapa di pulau jawa tapi kebakaran tersebut tidak begitu besar. Kebakaran di pulau Jawa cepat ditangai oleh pemerintah daerah, Polri, TNI dan masyarakat sekitar. "Kebakaran lahan gambut itu berkisar 2.089.911 hektar dan 618.574 hektar tidak terdapat lahan gambut," kata Parwati.
Lapan dapat memperhitungkan titik kebakaran hutan yang dilihat dari satelit Terra Aqua Modis mulai dari 21 Juni sampai dengan 20 Oktober 2015. " Area terkecil yg dapat dideteksi satelit Aqua Terra Modis sebesar 6,25 hektar, selebihnya Tdk dapat terdeteksi karena melihat tertutupnya lokasi tersebut." ucap Parwati. (Muhamad Ridwan)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Sekjen DPR Menang Praperadilan, KPK Tak Menyerah: Hukum Belum Berakhir!
-
Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah
-
Geger Mobil Polisi Disebut Tabrak Warga Saat Tawuran di Tebet, Kapolsek Membantah
-
Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?
-
Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi
-
Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas
-
Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?
-
Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final
-
Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS