Suara.com - Petugas SAR menggambarkan sebuah adegan tragis saat mereka menemukan lebih dari 100 mayat, termasuk anak-anak di lokasi kecelakaan sebuah pesawat Airbus A321 milik Rusia di Mesir.
Para petugas itu telah mencapai reruntuhan pesawat sipil yang jatuh di tengah Sinai dengan membawa 224 penumpang dan awak.
Petugas di tempat kejadian mengatakan, pesawat itu benar-benar hancur dan tidak mungkin ada satu pun yang selamat.
Militan Negara Islam atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab menjatuhkan pesawat jet itu.
Terror Monitor, sebuah organisasi pemantau teroris online, men-tweet sebuah gambar dari pernyataan berbahasa Arab, "#IslamicStat (#ISIS) Kelompok teror mengklaim menjatuhkan peawat Rusia di #Sinai".
Ada pernyataan dalam bahasa Arab yang belum diverifikasi mengatakan bahwa kecelakaan itu bukan kesalahan teknis, seperti dilansir dari sumber-sumber keamanan.
"Para pejuang Negara Islam mampu jatuhkan sebuah pesawat Rusia di atas Provinsi Sinai yang membawa lebih dari 220 tentara salib Rusia," kata pernyataan itu. "Mereka semua tewas, terima kasih kepada Allah."
Seorang pekerja penyelamat mengatakan kepada Reuters lebih dari 100 mayat telah ditemukan. Setidaknya lima anak ditemukan sudah tewas. 17 anak-anak berada di dalam pesawat tersebut.
Airbus A321 dioperasikan oleh maskapai penerbangan Rusia Kogalymavia dan membawa 217 penumpang dan tujuh awak.
Pesawat berangkat dari Sharm al-Sheikh yang berada di kawasan Laut Merah sebelum pukul 06:00 pagi waktu setempat. Kota tersebut merupakan resor pupuler untuk destinasi para wisatawan Rusia.
Kementrian Rusia menerbitkan daftar nama penumpang, mulai usia seorang bayi perempuan berusia 10 bulan hingga perempuan berusia 77 tahun. 217 penumpang itu termasuk 138 perempuan, 62 laki-laki dan 17 anak-anak.
Pesawat jatuh di kawasan gurun setelah hilang kontak dengan kontrol lalu lintas udara, tak lama setelah lepas landas. Seorang pejabat senior mengatakan pesawat tersebut berada di ketinggian 30 ribu kaki saat komunikasi hilang. (News.com.au)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi
-
KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari
-
Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar
-
Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat
-
Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim
-
Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam
-
Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik
-
Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa
-
Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul
-
Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan