Suara.com - Polda Metro Jaya mengaku telah melakukan koordinasi dengan Polda Jawa Barat terkait adanya penghadangan truk sampah Jakarta oleh warga yang didukung ormas dan LSM di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Jadi masalah sampah kita akan koordinasikan Polda Jawa Barat. Bapak Kapolda sudah berkomunikasi dengan bapak Kapolda Jawa Barat. Terus Polres Bogor sudah juga sudah berkoordinasi. Nanti ada yang bersinggungan dengan Polda Metro Jaya kita akan turun sama-sama," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal kepada wartawan, Rabu (4/11/2015).
Terkait aksi warga ini, menurut Iqbal, Polres Bogor juga telah menurunkan personel untuk mengantisipasi agar aksi tersebut tidak menyebar ke tempat-tempat lain.
"Saya kira Kapolres Bogor sudah melakukan antisipasi. Jadi skali lagi itu kan wilayah jawa barat. Ada personel-personel yang sudah di tempatkan," katanya.
Sebelumnya, truk-truk pengangkut sampah dicegat oleh sekelompok ormas yang didukung oleh LSM di kawasan Bantargebang, Bekasi, Rabu dini hari tadi (4/11/2015).
Para sopir dipaksa memutar balik kendaraannya, sehingga sampah yang dibawa tidak bisa dibuang ke tempat pengolahan sampah terpadu Bantargebang.
"Dini hari tadi truk saya dicegat oleh warga di dekat Pasar Bantargebang. Saya dipaksa untuk putar balik, jadi terpaksa saya balik lagi," kata seorang sopir truk sampah, Paul (40) kepada Suara.com di lokasi pembuangan sementara Dipo Komplek DPR Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.
Paul menceritakan, bersamaan dengan dirinya banyak truk dari wilayah lain Jakarta yang juga mengalami hal sama. Mereka dicegat dan dilarang melewati jalur menuju Bantargebang.
"Yang dari wilayah sini (Dipo komplek DPR) ada dua truk yang balik lagi dan tidak bisa buang sampah ke Bantargebang," ujarnya.
Dia mengaku, sejak dua hari belakangan ini para supir truk sampah tidak tenang bekerja untuk mengangkut sampah. Mereka selalu was-was dan takut mengendarai truk sampah menuju Bantargebang.
"Situasi seperti ini kami khawatir dan was-was. Kalau kondisi ini tidak berubah sampah pasti menumpuk di sini. Ini saja sampah sudah menumpuk," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi
-
Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu
-
KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing
-
Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
-
Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang
-
Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?
-
Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga
-
Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra