Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membantah Kementerian Sosial mempersiapkan pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Suku Anak Dalam di Jambi beberapa waktu lalu.
Hal ini sekaligus meluruskan tentang beredarnya foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Suku Anak Dalam yang dianggap netizen sebagai rekayasa.
"Yang dilakukan Sabtu lalu, jauh dari apa yang direkayasa, atau di-apa dan seterusnya-dan seterusnya. Kebetulan baru pertama kali presiden bersapa langsung kepada suku anak dalam. Jadi posisi itu, jangan pikir karena presiden datang, Mensos menyiapkan, bukan," kata Khofifah dalam Rapat Kordinasi Komunitas Adat Terpencil (KAT), di Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (4/11/2015).
Khofifah mengatakan, Kementerian Sosial bertugas untuk menyapa dan memperhatikan warga negara Indonesia di lokasi terpencil, termasuk Suku Anak Dalam. Tugas ini pun sudah berjalan sejak tahun 1969.
Khofifah menerangkan, dengan adanya pertemuan Presiden Jokowi dengan Suku Anak Dalam, hal ini membuat perspektif positif. Sebab, dengan begini, publik menjadi tahu keberadaan Suku Anak Dalam.
"Kebetulan baru sabtu lalu ada seorang presiden bersapa langsung kepada Suku Anak Dalam. Plusnya adalah tiba-tiba perspektif publik langsung tertuju ke suku anak dalam seperti apa," ujar dia.
KAT, sambungnya, bertugas untuk memberikan pendampingan dan penyapaan terhadap warga negara terpencil. Tujuannya, supaya seluruh warga negara mendapatkan perlindungan dari pemerintah.
"Kita jadi tahu, kalau melindungi mereka itu hutan jangan dijadikan sawit, jangan dijadikan karet, jangan smpe terbakar, dan seterusnya dan seterusnya. Lah upaya itu yang mengawal kita semua," kata dia.
"Dan saya ingin menyampaikan, bahwa ada warga di negeri harus kita sapa dengan brbagai pendekatan sesuai dengn kultur mereka," sambung Ketua Muslimah Nahdlatul Ulama (NU).
Berita Terkait
-
Ahmad Muzani di Harlah NU: Bangsa Ini Berutang Jasa pada Kiai dan Santri
-
Satu Abad NU, Gus Yahya: Persatuan Menguat Usai Dinamika yang Hebat
-
Menag Nasaruddin Umar: NU Pesantren Besar, Kuat karena Akhlak dan Moderasi
-
Prabowo Batal Hadiri Puncak Harlah 1 Abad NU di Istora, Rais Aam Juga Tak Hadir
-
Duduki Kursi Ketum PBNU Lagi, Gus Yahya: Semua Kembali Guyub
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Dua Hari, Lima Bencana Beruntun: BNPB Catat Longsor hingga Karhutla di Sejumlah Daerah
-
Polri Akan Terbitkan Red Notice Buron Kasus Chromebook Jurist Tan, Lokasinya Sudah Dipetakan
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Tak Berizin, KKP Musnahkan 796 Kg Kulit Hiu dan Pari Milik Perusahaan Asing di Banyuwangi
-
Registrasi Akun SNPMB Sekolah 2026 Diperpanjang, Cek Syarat-syaratnya!
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau