Suara.com - Sebuah kelompok militan Filipina yang berafiliasi dengan Al Qaeda meminta tebusan atas empat sandera yang mereka culik dari sebuah resor pantai pada bulan September lalu. Lewat sebuah video yang diunggah ke Twitter, kelompok tersebut meminta tebusan sebesar 1 miliar Peso atau sekitar Rp283 miliar untuk ditukarkan dengan masing-masing sandera.
Para sandera terdiri atas dua lelaki asal Kanada, satu lelaki Norwegia, dan satu perempuan asal Filipina. Dalam video yang beredar di Twitter, keempat sandera berlutut di tanah. Di dekat mereka berdiri beberapa orang bersenjata tajam.
"Saya memohon kepada Perdana Menteri Kanada, tolong segera bayar uang tebusan ini karena nyawa kami dalam bahaya besar," kata lelaki berjanggut yang mengaku bernama John Ridsdel, yang berprofesi sebagai konsultan pertambangan dari Kanada.
"Saya menjadi sandera kelompok Abu Sayaaf. Kami masing-masing harus ditebus sebesar satu miliar peso," sambungnya.
Juru bicara kepolisian Filipina, Chief Superintendent Wilben Mayor mengatakan, Pemerintah Filipina tidak bernegosiasi dengan militan. Sementara itu, pihak militer belum mau berkomentar terkait masalah ini, namun mengatakan bahwa permintaan tebusan itu amatlah luar biasa.
Para sandera diyakini ditawan di hutan Pulau Jolo, benteng Abu Sayyaf. Video klip berdurasi 27 detik tersebut diunggah ke Twitter oleh Site Intelligence Group yang melacak aktivitas kelompok militan.
Ini bukan pertama kalinya para sandera muncul dalam video. Bulan lalu, militan merilis video berdurasi lebih panjang yang memperlihatkan para sandera. Saat itu, militan meminta pemerintah Filipina dan Kanada untuk mendengarkan tuntutan mereka dan menghentikan operasi militer di Jolo.
Pada video pertama, Ridsdel juga diminta militan untuk berbicara, juga dua lelaki lainnya, Robert Hall dan Kjartan Sekkingstad. Namun, si perempuan tidak berbicara sama sekali.
Penculikan yang terjadi pada bulan September memang mengejutkan. Pasalnya, pemerintah dan pemberontak sudah menyepakati perdamaian untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama 45 tahun.
Abu Sayyaf juga diketahui menyandera warga asing lainnya, termasuk satu warga Belanda, satu warga Jepang, dua warga Malaysia, dan seorang misionaris Italia.
Pekan lalu, seorang lelaki asal Korea berusia 70 tahun meninggal dalam tahanan. Jenazahnya dimasukkan dalam karung dan ditinggalkan di Jolo.
Pada tahun 2014, Abu Sayyaf membebaskan sepasang warga Jerman setelah ditahan selama berbulan-bulan setelah ditebus sebesar 270 juta Peso atau setara Rp77 miliar. Namun, baik Filipina maupun Jerman membantah telah memberikan tebusan. (Reuters)
Berita Terkait
-
Filipina Kembali Gempa Bumi Besar 6,2 SR
-
Kembali Beraktivitas, Kim Soo Hyun Gabung Proyek Iklan untuk Merek Filipina
-
Viral Aksi Heroik Nenek Lindungi Cucu Saat Gempa Dahsyat di Filipina
-
Bencana dan Ketimpangan Struktural: Menggugat Realitas di Balik Gempa Filipina Selatan
-
Berapa Korban Gempa Filipina? Ini Update Terbaru Per 9 Juni 2026
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan
-
Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG
-
Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar
-
Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M
-
Bos Maktour Bantah Ada Transaksi untuk Dapat Kuota Haji Tambahan
-
Komisi X DPR Dukung Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Kunker Pantau Program MBG
-
Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi
-
MBG Jangan 'Makan' Hak Guru dan Beasiswa dari Anggaran Pendidikan!
-
Presiden Setujui Anggaran Rp 100,1 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatra
-
Bukan Sekadar Pertemuan Biasa, Ini Agenda Utama Prabowo Panggil Bos Himbara hingga Rosan ke Istana