Suara.com - Aparat kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran materai palsu. Hal ini menyusul penangkapan polisi terhadap pria berinisial RR tersangka pembuatan materai palsu di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Kasubdit Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Resesr Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Agung Marlianto meminta masyarakat agar lebih cermat dalam membeli materai di pasaran.
Menurutnya cara paling gampang untuk mengetahui materai palsu atau asli melalui harga yang sudah ada di materai Rp6 ribu. Patut dicurigai apabila masyarakat ditawarkan materai di bahwa harga umumnya.
"Yang asli sudah jelas, apa yang tertera ya segitulah harganya. Jadi kalau beli materai harganya jauh berbeda udah pasti palsu," kata Agung di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/11/2015).
Dia juga mengimbau masyarakat agar membeli materai asli di kantor pos terdekat. Pasalnya, kata dia, target pendistribusian materai palsu ini adalah toko-toko klontong yang ada di kawasan Jakarta.
"Jadi waspada kalau beli di warung, percetakan," katanya.
Berikut ciri-ciri dari materai palsu yang patut dicurigai di antaranya kertas yang digunakan akan nampak buram saat dibawah sinar ultra violet karena serat yang digunakan pada kertas yang berwarna biru dan jingga itu dibuat dengan cara dicetak offset. Hologram dengan gambar burung garuda, logo Kementerian Keuangan dan tulisan Pajak nampak tidak terlihat jelas pada materai palsu.
Kemudian pada cetakan dasar berwarna kuning dengan warna pemendaraan di bawah sinar UV akan berbeda dengan materai yang asli. Cetakan utama berwarna ungu ditiru dengan teknik cetak offset, dan efek rabaan ditiru dengan cara di emboss.
Motif roset blok tidak memliki efek perubahan warna dan tidak dapat terdeteksi dengan alat pendeteksi elektronik, mikro teks pada tulisan Ditjen Pajak tidak jelas pada materai palsu. Dan terakhir, lubang perforasi bentuk bulat, oval dan bintang pada materai palsu tidak rapih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang