Suara.com - Kepolisian Sektor Sumberjaya di Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, Kamis (18/6/2015) berhasil menangkap Endah (45), warga Pemangku Utama II Pekon Puralaksana, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat yang diduga telah memotong penis suaminya sendiri.
Menurut Kapolsek Sumberjaya, Komisaris Ruzwa Bahri, Endah ditangkap Kamis sekitar pukul 20.00 WIB. Menurutnya, penangkapan berawal ketika ada seorang warga melihat istri kedua Endang (korban) itu sedang berjalan kaki di jalan raya Sumberjaya, Lampung Barat.
Setelah mendapatkan informasi tersebu, tanggota Polsek setempat bergegas mengejarnya ke lokasi.
"Kami amankan pelaku di jalan raya saat sedang berjalan kaki," kata Ruzwa.
Sebelum tertangkap tersangka terlihat sekitar 10 meter dari rumahnya. Saat itu, dia sedang berjalan sendirian. Endah, ketika itu akan membeli makan malam tidak jauh dari rumahnya.
Sedangkan anak balita hasil pernikahan keduanya (Endang dan Endah), setelah kejadian itu kini dirawat oleh keluarga Endang.
"Jadi setelah memotong penis suaminya, Endah bersembunyi. Baru Rabu malam dia keluar dan dilihat oleh masyarakat," imbuh Ruzwa.
Sedangkan Endang, kini dirawat di rumah anak dari istri pertamanya. Sedangkan motif pemotongan penis itu, dia belum bisa menjelaskan, karena tersangka masih diperiksa oleh jajarannya di Polsek Sumberjaya.
"Kami masih minta keterangan korban dan tersangka. Jadi belum diketahui motifnya apa," ujarnya lagi.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Sumberjaya, Aipda Syarief, keterangan sementara yang melatarbelakangi pemotongan alat vital Endang oleh istrinya Endah itu, dikarenakan saat itu Endah mendapat bisikan dan diminta untuk membunuh sang suami.
Setelah mendapat bisikan itu, akhirnya terjadi peristiwa pemotongan penis Endang.
"Dalam penyidikan sementara, dia menyatakan melakukan itu karena mendapat bisikan, dan kejadian pemotongan penis itu seperti mimpi baginya," kata Syarief. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Dicor di Sumur oleh Kekasih Sendiri, Ini 8 Fakta Kasus Pembunuhan Nurminah di Lombok Barat
-
Densus 88: 70 Anak Terjerat Grup 'True Crime', Berawal dari Bullying dan Broken Home
-
Anak SD Diduga Bunuh Ibu di Medan: Kejanggalan Kasus dan Mengapa Polisi Sangat Berhati-hati
-
Han So Hee dan Jeon Jong Seo Lakukan Aksi Kriminal Penuh Risiko di Project Y
-
Jenazah Alvaro Kiano Nugroho Diserahkan Kembali ke Keluarga
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Ini Penjelasan Kemenag
-
Kemenag Tetapkan 1 Ramadan Pada Kamis 19 Februari, Mengapa Beda dengan Muhammadiyah?
-
Bertemu Wakil Palestina di PBB, Menlu Sugiono Tegaskan Dukungan Indonesia
-
Getok Tarif Parkir Rp100 Ribu, Polisi Ciduk 8 Jukir Liar di Tanah Abang
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Komdigi Siapkan Aturan Penggunaan AI, Lokataru Endus Motif Kepentingan Bisnis dan Politik
-
Sambangi Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, Rano Karno Gaungkan Pesan Keadilan di Tahun Baru Imlek
-
Lokataru Minta Masalah Kebocoran Data Nasional Dievaluasi Sebelum Bahas RUU KKS
-
Intimidasi Makin Meluas, Ibu Ketua BEM UGM dan 30 Pengurus Jadi Sasaran Teror Digital
-
Lokataru Foundation: RUU KKS Berpotensi Jadi Alat Represif Baru