Jaksa Agung HM. Prasetyo [suara.com/Oke Atmaja]
Massa mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Pemantau Korupsi demonstrasi di depan Kejaksaan Agung, Kamis (5/11/2015).
Mereka mendesak kejaksaan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi restitusi pajak fiktif PT. Mobile 8 Telecom (Smartfren) yang merugikan keuangan negara sebesar Rp10 miliar. Perusahaan ini dulu saham terbesarnya dimiliki bos MNC Group sekaligus Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.
"Kami mendesak Kejagung mengusut tuntas kasus PT. Mobile 8," kata koordinator aksi Herry Poer di depan gedung Kejaksaan Agung.
Mereka meminta kejaksaan segera memeriksa semua yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Tak terkecuali mantan pemilik PT. Mobile8 Telecom Hary Tanoesoedibjo. Dia juga harus diperiksa," kata dia.
Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan tengah menyidik kasus restitusi pembayaran pajak Mobile 8 Telecom. Kejaksaan, katanya, tak akan tebang pilih, termasuk kalau harus memanggil Hary Tanoe.
"Nanti kami telusuri. Siapapun di belakangnya akan kami lakukan pendalaman (usut) kasus tersebut," kata Prasetyo di gedung Kejaksaan Agung, Jumat (30/10/2015) lalu.
Secara terpisah Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, R Widyopramono mengatakan sudah menjadwalkan pemanggilan sejumlah saksi-saksi untuk dimintai keterangan dalam perkara tersebut. Tak menutup kemungkinan Hary Tanoe juga akan dipanggil.
"Pemanggilan saksi-saksi sudah kita jadwalkan. Siapapun yang terkait akan dipanggil, proses penyidikan terus berjalan," ujarnya.
Diketahui Kejaksaan Agung telah meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan kasus dugaan korupsi pada pengajuan restitusi pajak (pergantian pajak) dari Mobile 8 Telecom ke Kantor Pelayanan Pajak Surabaya tahun 2012 agar masuk bursa di Jakarta.
Mereka mendesak kejaksaan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi restitusi pajak fiktif PT. Mobile 8 Telecom (Smartfren) yang merugikan keuangan negara sebesar Rp10 miliar. Perusahaan ini dulu saham terbesarnya dimiliki bos MNC Group sekaligus Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.
"Kami mendesak Kejagung mengusut tuntas kasus PT. Mobile 8," kata koordinator aksi Herry Poer di depan gedung Kejaksaan Agung.
Mereka meminta kejaksaan segera memeriksa semua yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Tak terkecuali mantan pemilik PT. Mobile8 Telecom Hary Tanoesoedibjo. Dia juga harus diperiksa," kata dia.
Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan tengah menyidik kasus restitusi pembayaran pajak Mobile 8 Telecom. Kejaksaan, katanya, tak akan tebang pilih, termasuk kalau harus memanggil Hary Tanoe.
"Nanti kami telusuri. Siapapun di belakangnya akan kami lakukan pendalaman (usut) kasus tersebut," kata Prasetyo di gedung Kejaksaan Agung, Jumat (30/10/2015) lalu.
Secara terpisah Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, R Widyopramono mengatakan sudah menjadwalkan pemanggilan sejumlah saksi-saksi untuk dimintai keterangan dalam perkara tersebut. Tak menutup kemungkinan Hary Tanoe juga akan dipanggil.
"Pemanggilan saksi-saksi sudah kita jadwalkan. Siapapun yang terkait akan dipanggil, proses penyidikan terus berjalan," ujarnya.
Diketahui Kejaksaan Agung telah meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan kasus dugaan korupsi pada pengajuan restitusi pajak (pergantian pajak) dari Mobile 8 Telecom ke Kantor Pelayanan Pajak Surabaya tahun 2012 agar masuk bursa di Jakarta.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba