Suara.com - Amerika Serikat menyatakan akan meningkatkan keamanan penerbangan AS pascajatuhnya pesawat Airbus A321 milik maskapai Metrojet Rusia di Sinai, Mesir. Menurut AS, pengetatan ini dilakukan untuk tindakan pencegahan.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Jeh Johnson menjelaskan bentuk pengetatan itu di antaranya dengan memperketat screaning barang bawaan penumpang. Kengetatan ini juga diterapkan untuk pesawat menuju dan dari AS.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikan Barack Obama menyebutkan kemungkinan kalau pesawat Airbus A321 milik maskapai Metrojet Rusia, yang jatuh di Sinai, Mesir, akibat bom.
"Saya kita ada kemungkinan bom di dalam kabin. Dan kami menganggapnya ini hal serius," kata Obama dalam sebuah wawancara dengan CBS News Radio seperti dilansir Reuters, Jumat (6/11/2015).
"Kita menghabiskan banyak waktu hanya untuk memastikan investigasi kamu dan intelijen kami menemukan apa yang terjadi sebelum mengumumkan temuan definitif. Tapi itu jelas mungkin ada bom di kabin (pesawat Rusia)," tambahnya lagi.
Sementara dugaan yang sama juga diuangkapkan oleh Perdana Menteri Inggris David Cameron yang menyebutkan ada bom di dalam pesawat.
Peristiwa itu memakan korban 224 orang termasuk awak kabin yang tewas. Ada juga penumpang ditemukan jenazahnya masih terikat di tempat duduk. Kendati demikian, Moskow belum mau menyebut soal bom yang menyebabkan pesawat itu meledak akibat bom. Rusia menyebut dugaan serangan bom itu masih prematur.
Sementara kelompok Negara Islam Irak dan Suriah sudah mengklaim kalau berhasil meledakkan pesawat Rusia. (Reuters)
Berita Terkait
-
Cerita Yelena, Model Cantik yang Jadi Korban Pesawat Metrojet
-
AS dan Inggris: Ada Bom ISIS di Pesawat Metrojet Rusia yang Jatuh
-
Satelit AS Deteksi "Kilatan" Pada Saat Pesawat Metrojet Jatuh
-
Mesir: Belum Ada Bukti Pesawat Metrojet Rusia Pecah di Udara
-
Kotak Hitam Ungkap Fakta Baru Terkait Jatuhnya Pesawat Rusia
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN