Suara.com - Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Nusa Tenggara Barat Agung Hartono mengemukakan empat bandara di daerahnya belum beroperasi normal untuk melayani jasa angkutan udara karena aktivitas Gunung Barujari yang mengeluarkan asap dan abu vulkanik.
"Berdasarkan data satelit dan kondisi lapangan, asap dan abu vulkanik Gunung Barujari berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan," kata Agung Hartono kepada Antara di Mataram, Minggu.
Agung menyebutkan, empat bandara yang operasionalnya dihentikan untuk sementara yakni Bandar Udara Internasional Lombok (BIL), di Kabupaten Lombok Tengah, yang melayani rute penerbangan ke sejumlah provinsi di Indonesia dan luar negeri.
Selain itu, Bandara Selaparang di Mataram, yang digunakan untuk kegiatan pelatihan penerbangan, juga masih ditutup sementara sampai ada rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca dan arah asap disertai abu vulkanik yang tertiup angin.
Sementara Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin III (Brangbiji), Kabupaten Sumbawa, sudah beroperasi, namun belum normal karena hanya bisa melayani rute penerbangan dari Sumbawa ke Bali dan sebaliknya, sedangkan dari Sumbawa ke Lombok dan sebaliknya, belum diizinkan karena Bandara Internasional Lombok masih ditutup sementara.
Demikian juga dengan Bandar Udara Sultan Muhamad Salahudin, di Kabupaten Bima, sudah melayani rute penerbangan dari Bima ke Bali dan sebaliknya, karena Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar sudah normal, sedangkan rute penerbangan Bima ke Lombok dan sebaliknya, masih ditutup sementara karena Bandar Udara Internasional Lombok belum dibuka.
"Jadi Bandara di Sumbawa dan Bima sudah melayani jasa angkutan udara, tapi terbatas hanya ke Bali dan sebaliknya, tapi kalau ke Lombok belum bisa hingga Bandara Internasional Lombok kembali beroperasi," ucapnya.
Pemerintah Provinsi NTB, kata Agung, terus berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional Lombok untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan.
Pihaknya juga meminta masyarakat pengguna moda transportasi udara untuk memahami kondisi bencana alam yang terjadi.
"Kami juga meminta masyarakat dan wisatawan untuk menggunakan moda transportasi alternatif, seperti kapal cepat dari Pelabuhan Senggigi dan Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, jika ingin menyeberang ke Bali," kata Agung.
Sementara itu, Petugas vulkanologi di Pos Pengamat Gunung Api Rinjani, Desa Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur, Mutaharlin, menyebutkan sebaran abu vulkanik yang terpantau pada Minggu pagi (8/11), mengarah ke timur dari pusat letusan dengan kecepatan rendah.
Dia juga memaparkan kondisi aktivitas Gunung Barujari mengalami penurunan ditandai dengan tremor menerus dengan amplitudo maksimum 36 milimeter, atau lebih rendah dibanding hari sebelumnya maksimum 55 milimeter dengan tinggi letusan mencapai 2.500 meter.
"Sekarang tinggi letusan hingga 1.400 meter, sehingga status Gunung Barujari masih waspada (level II)," katanya.
Gunung Barujari dengan ketinggian 2.376 meter dari permukaan laut (mdpl) dan berada di sisi timur kaldera Gunung Rinjani meletus pada Minggu (25/10), sekitar pukul 10.45 WITA, dan hingga saat ini masih mengeluarkan asap disertai abu.
Gunung Barujari juga disebut sebagai anak Gunung Rinjani (3.726 mdpl) oleh masyarakat Pulau Lombok karena terbentuk di area Danau Segara Anak Gunung Rinjani pada 1944. (Antara)
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak
-
Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!
-
Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap
-
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar
-
Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan
-
Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama
-
Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi