Suara.com - Misteri jatuhnya pesawat Airbus A321 milik maskapai Kogalymavia atau Metrojet perlahan-lahan terkuak. Namun, kendati sudah hampir dipastikan bahwa pesawat dengan rute Sharm el-Sheikh-Saint Petersburg itu jatuh akibat bom, penyidik masih meraba-raba, dari mana asal bom tersebut.
Salah satu yang menjadi bahan penyidikan tim adalah di mana bom tersebut dipasang. Oleh karena itu, seperti dikutip Dailymail, penyidik menggali informasi dari karyawan hotel di Sharm el-Sheikh karena ada dugaan bom ditaruh di salah satu tas penumpang yang sebagian besar adalah wisatawan asal Rusia.
Sebelumnya, staf bandara dan petugas menara pengendali lalu lintas udara juga ditanyai. Pasalnya, ada kecurigaan, pelaku pengeboman mendapat bantuan dari orang dalam bandara. Beberapa karyawan yang mencurigakan juga terus mendapat pengawasan ketat.
Pihak berwajib menanyai staf hotel, termasuk karyawan kebersihan, dan lainnya untuk mencari tahu, bagaimana bom tersebut diselundupkan ke dalam pesawat. Pasalnya, beberapa hotel di Sharm el-Sheikh juga memasok makanan bagi sejumlah maskapai.
Pejabat bandara Sharm el Sheikh mengatakan, seringkali pemeriksaan di bagian suplai makanan dan bahan bakar tidak terlalu ketat. Tak jarang, petugas di bagian tersebut membiarkan suplai makanan dan bahan bakar tanpa pemeriksaan penuh karena mereka mengenal para petugas pengantar.
Terkadang malah staf disuap untuk mempersingkat waktu. Ada pula laporan yang menyebutkan bahwa sistem pengawasan CCTV di bandara kerap ditinggalkan.
Sebelumnya diberitakan, penyidik dari kecelakaan pesawat Rusia di Mesir yakin 90 persen jika suara yang terdengar dari rekaman kokpit merupakan ledakan bom. Suara itu terekam dalam kotak hitam pesawat.
Pesawat Metrojet jatuh di Sinai, Mesir, pada tanggal 31 Oktober 2015 lalu. Seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 224 orang tidak ada yang selamat. ISIS mengklaim sebagai dalang insiden tersebut.
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?