Suara.com - Tawaran penghasilan yang menggiurkan, membuat ribuan orang berbondong-bondong untuk mendaftar menjadi pengemudi Gojek. Bahkan, pekerja kantoran pun rela keluar dari pekerjaannya karena tergiur penghasilan yang cukup fantastis.
Kini banyak yang mengeluh penghasilannya mengalami penurunan akibat banyaknya driver yang bergabung dengan Gojek dan aplikasi jasa transportasi ini sering bermasalah atau error. Hal tersebut diungkapkan Rachmat Sugianto salah seorang driver Gojek.
“Iya, belakangan ini sering banget aplikasinya error, soalnya pertama driver kita sudah banyak banget, terus karena kebanyakan jadi suka error, terus kadang kita seharian pernah nggak dapat penumpang ya karena ternyata aplikasi error,” kata Rachmat saat berbincang dengan suara.com di Jakarta, Rabu (11/11/2015).
Ia mengaku, sebelumnya dalam sebulan bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp8 juta sampai Rp9 juta, namun karena aplikasi ini sering bermasalah, penghasilannya pun dalam sebulan ikut tergerus. Terkadang, lanjut dia, suka terjadi bentrok dengan pengemudi Gojek yang lain saat menjemput penumpang.
“Biasa, sebulan Rp8 juta kalau sampai Rp9 juta itu yang udah bisa dibilang rajin lah, tapi aplikasinya eror mulu sekarang paling Rp4jutaan. Kadang juga pesanannya suka bentrok," ujarnya.
Ia mencontohkan, misalnya ada pesenan dan masuk di dirinya, ternyata bisa masuk juga ke orang lain. Saat di-approve, driver lain juga approve/ Ketika menjemput ternyata penumpangnya dijemput driver lain. Akibatnya, kami harus menunggu cancel dari penumpang dulu, agar bisa mencari penumpang lainnya.
"Nah kadang ini juga susah dicancel lama prosesnya, saya harus telepon ke kantor dulu nunggu lagi, kan buang waktu,” katanya.
Selain itu, ia menjelaskan, jika dalam laporan kita mendapat banyak cancel dari para penumpang, itu menjadi penilaian buat para driver Gojek. Jika sering banyak di-cancel, pihak perusahaan bisa saja mengeluarkan driver tersebut lantaran tidak bisa memberikan pelayanan yang baik kepada penumpang.
“Jadi ini juga ada penilaiannya. Kalau sering di-cancel sama penumpang, ya itu penilaian kan buat kita. Padahal bukan salah kita, karena aplikasinya yang error. Jadi ada kelasnya juga di kita, ada pro terus ada lain-lain. Kalau pro itu yang dalam sehari bisa ambil penumpang lebih dari 10 orang bisa dapat bonus. Ada juga yang pernah bersikap nggak sopan ke penumpang langsung dikeluarkan. Karena kan kita harus memberikan kenyamanan ke penumpang,” ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Pecah! Prabowo Joget Tabola Bale Bareng Warga Miangas Usai Hadiri KTT ASEAN
-
Brimob Bersenjata Lengkap Kepung Hayam Wuruk: Markas Judi Online Jaringan Internasional Terendus
-
Cegah Tawuran, Kolong Flyover Pasar Rebo Disulap Jadi Sasana Tinju dan Skate Park
-
Mau Ditinjau Prabowo Hari Ini, Beginilah Fasilitas Kampung Nelayan Leato Selatan di Gorontalo
-
Usai Hadiri KTT ASEAN, Prabowo Langsung Kunjungi Pulau Miangas di Perbatasan RI - Filipina
-
Menlu Ungkap Isu Utama yang Dibahas Prabowo dan Pemimpin ASEAN di KTT ke-48
-
Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto