News / Metropolitan
Rabu, 11 November 2015 | 03:04 WIB
Suasana pangkalan transit atau bayangan pengojek berbasis aplikasi di trotoar depan Kampus UI Salemba, Jakarta. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Tawaran penghasilan yang menggiurkan, membuat ribuan orang berbondong-bondong untuk mendaftar menjadi pengemudi Gojek. Bahkan, pekerja kantoran pun rela keluar dari pekerjaannya karena tergiur penghasilan yang cukup fantastis.

Kini banyak yang mengeluh penghasilannya mengalami penurunan akibat banyaknya driver yang bergabung dengan Gojek dan aplikasi jasa transportasi ini sering bermasalah atau error. Hal tersebut diungkapkan Rachmat Sugianto salah seorang driver Gojek.

“Iya, belakangan ini sering banget aplikasinya error, soalnya pertama driver kita sudah banyak banget, terus karena kebanyakan jadi suka error, terus kadang kita seharian pernah nggak dapat penumpang ya karena ternyata aplikasi error,” kata Rachmat saat berbincang dengan suara.com di Jakarta, Rabu (11/11/2015).

Ia mengaku, sebelumnya dalam sebulan bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp8 juta sampai Rp9 juta, namun karena aplikasi ini sering bermasalah, penghasilannya pun dalam sebulan ikut tergerus. Terkadang, lanjut dia, suka terjadi bentrok dengan pengemudi Gojek yang lain saat menjemput penumpang.

“Biasa, sebulan Rp8 juta kalau sampai Rp9 juta itu yang udah bisa dibilang rajin lah, tapi aplikasinya eror mulu sekarang paling Rp4jutaan. Kadang juga pesanannya suka bentrok," ujarnya.

Ia mencontohkan, misalnya ada pesenan dan masuk di dirinya, ternyata bisa masuk juga ke orang lain. Saat di-approve, driver lain juga  approve/ Ketika menjemput ternyata penumpangnya dijemput driver lain. Akibatnya, kami harus menunggu cancel dari penumpang dulu, agar bisa mencari penumpang lainnya.

"Nah kadang ini juga susah dicancel lama prosesnya, saya harus telepon ke kantor dulu nunggu lagi, kan buang waktu,” katanya.

Selain itu, ia menjelaskan, jika dalam laporan kita mendapat banyak cancel dari para penumpang, itu menjadi penilaian buat para driver Gojek. Jika sering banyak di-cancel, pihak perusahaan bisa saja mengeluarkan driver tersebut lantaran tidak bisa memberikan pelayanan yang baik kepada penumpang.

“Jadi ini juga ada penilaiannya. Kalau sering di-cancel  sama penumpang, ya itu penilaian kan buat kita. Padahal bukan salah kita, karena aplikasinya yang error. Jadi ada kelasnya juga di kita, ada pro terus ada lain-lain. Kalau pro itu yang dalam sehari bisa ambil penumpang lebih dari 10 orang bisa dapat bonus. Ada juga yang pernah bersikap nggak sopan ke penumpang langsung dikeluarkan. Karena kan kita harus memberikan kenyamanan ke penumpang,” ungkapnya.

Tag

Load More