News / Metropolitan
Rabu, 11 November 2015 | 14:14 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS. (Shutterstock)

Suara.com - Kalangan DPRD DKI Jakarta mendukung rencana Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mewajibkan warga tes Human Immunodeficiency Virus atau HIV untuk deteksi dini sehingga kalau ditemukan kasus bisa langsung ditanggulangi.

"Karena sudah ada penemuan baru (bagi penderita HIV). Yang terjangkit HIV jangan malu-malu untuk berobat ke RS, itu intinya," ujar Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan, Rabu (11/11/2015).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan berharap petugas Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menggiatkan sosialisasi, terutama ke daerah-daerah rawan penularan, agar mereka tidak takut atau malu mau datang ke tempat kesehatan untuk tes HIV.

"Saran kita sosialisasi bahwa HIV sudah bisa disembuhkan. Dan itu sekaligus juga menjadi komitmen pemerintah untuk lebih meningkat kesehatan masyarakat termasuk mencegah penyakit menular," kata Pantas.

Sebelumnya Gubernur ingin semua warga Jakarta mengikuti tes kesehatan untuk mendeteksi HIV.

"Seluruh orang Jakarta harus tahu status HIV-nya, karena HIV bisa diobati sebelum jadi AIDS," kata Ahok ketika meresmikan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta Utara, Selasa (10/11/2015).

Ahok berpesan, khususnya kepada PSK, setelah dinyatakan bebas HIV agar jangan lagi mangkal.

"Tapi kalau sudah tahu status bersih jangan jualan ya, jangan jualan (tawarin diri) 'gue yakin, gue bersih nggak ada HIV. Kalau mau nakal tetap pakai kondom jangan macam-macam saya kira itu. Ini bukan hal yang memalukan," kata Ahok.

Load More