Hasil survei Cyrus Network Research and Consulting untuk mengetahui apakah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) layak atau sudah tidak layak untuk maju lagi menjadi gubernur Jakarta lewat pilkada DKI Jakarta tahun 2017 menggambarkan dia masih dianggap layak oleh mayoritas responden.
"62,8 persen menyatakan layak, 31,7 persen mengatakan tidak layak dan 5,5 persen tidak tahu," ujar Managing Director Cyrus Network Research and Consulting, Eko Dafid Afianto, dalam diskusi Rilis Survei Opini Publik DKI Jakarta di Restoran Horapa, Menteng, Jakarta, Rabu (11/10/2015).
Eko mengatakan persentase dukungan terhadap Ahok meningkat bila dibandingkan pada survei yang dilakukan pada bulan April 2015 yang hanya hanya 52,7 persen.
" Jika kita lihat tren pada survei April lalu, justru hari ini (hasil survei) yang bilang Ahok layak maju kembali untuk memimpin DKI semakin meningkat," kata Eko.
Peneliti Senior Pusat Penelitian Politik LIPI, Syamsudin Haris, yakin Ahok masih dipilih warga Jakarta karena kepemimpinannya yang tegas.
"Sepakat walau Ahok kontroversial, jelas dia adalah pemimpin yang didambakan banyak pihak karena ketegasannya," katanya.
Survei Cyrus Network dilaksanakan pada 27 Oktober hingga 1 November 2015 dengan melibatkan 1.000 responden yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta, kecuali Kepulauan Seribu.
Suara.com - Selain itu, penarikan responden dilakukan dengan teknik multistage random sampling, dengan peluang kesalahan (margin of error) survei ini adalah /+-3. 1 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos