Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengimbau warga Jakarta jangan menyumbang warga miskin secara langsung karena mereka menjadi tanggungjawab pemerintah. Pemerintah, katanya, membantu mereka dari sisi peningkatan pendidikan dan kesehatan.
"Kalau dia nggak ada duit ya kita taruh aja di panti. Yang pasti anak anda sakit, sekolah kita tanggung. Kalau nggak ada rumah kita taruh di panti," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (12/11/2015).
Ahok mengatakan pemerintah tidak akan menyumbang warga miskin dalam bentuk uang.
"Keuangan kita nggak bantu. (Saya mau) semua orang harus kerja," kata Ahok.
Menurut Ahok, kalau warga berekonomi lemah dibantu uang, hanya akan membuat mereka menjadi ketergantungan.
"Jadi saya bilang ke orang Jakarta 'kemurahan hati Anda, tahan. Lebih baik bantuin urusi sampah, lalu lintas bagus. Kalau ketemu orang miskin sakit, orang miskin nggak sekolah, nggak usah kamu bantu deh orang Jakarta yang baik hati itu," kata Ahok, kemarin.
Ahok mengatakan lebih baik warga Jakarta melaporkan kasus kepada pemerintah setempat agar cepat ditangani. Ahok menilai hal ini lebih efektif daripada mereka langsung membantu dalam bentuk uang.
"Bisa nggak nanggung operasi jantung ratusan orang (yang baik hati itu)? Nggak bisa kan. Ya sudah beritahu kami saja," kata Ahok.
Berita Terkait
-
Ahok Puji Keberanian Pandji Pragiwaksono di Mens Rea: Gila, Nekat Banget
-
Terlihat Sepele, Efek Menahan Lapar Bisa Serius bagi Tubuh
-
Air Laut Nyaris Sejajar Tanggul Pantai Mutiara, Bisa Bikin Monas Kebanjiran?
-
Berat Hanya 22 Kg, Influencer Ini Tewas Karena Diet Buah
-
Ojol Tewas, Ahok Sebut DPR Takut: Kenapa Tidak Berani Terima Orang Demo?
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi