Suara.com - Paus Fransiskus mengatakan dirinya terguncang atas aksi teror di Paris hingga menewaskan sedikitnya 128 orang. "Saya terguncang, saya tidak memahami tindakan ini, yang dilakukan oleh manusia," katanya.
Menurutnya, serangan di Paris tidak berasal dari hati nurani, agama atau karena manusia. "Ini tidak manusiawi," kata Paus yang emosional selama wawancara telepon dari televisi TG2000.
Saat mencoba menemukan kata yang tepat, Paus menambahkan, "Saya bersama dengan semua orang yang menderita serta bersama Prancis, yang sangat saya cintai."
Sebelumnya, juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, menunjukkan perhatiannya atas keselamatan bagi para peziarah menuju Roma untuk Tahun Suci Kerahiman "Holy Year of Mercy" yang ditunjuk oleh Paus.
Jutaan umat Kristiani diperkirakan akan melakukan perjalanan menuju Tahta Suci.
"Para pembunuh ini, yang dikuasai oleh kebencian tinggi, pantas disebut sebagai teroris karena mereka ingin menyebarkan teror," kata Lombadi.
"Jika kita membiarkan diri kita takut, tujuan utama mereka sudah tercapai," katanya yang menyerukan bagi pengikutnya untuk menunjukkan "keberanian dan menahan godaan rasa takut". (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua