Suara.com - Pascateror bom di Paris, Prancis, Jumat (13/11/2015) malam waktu setempat, Pemerintah Turki melakukan langkah-langkah keamanan di tempat pertemuan para Kepala Negara Group 20 (G-20) di dekat kota pesisir Antalya mulai hari Minggu (15/11/2015). Langkah yang dilakukan juga untuk mengantisipasi ancaman yang dilakukan oleh kelompok radikal ISIS.
Turki menurunkan 12 ribu tentara dan polisi. Selain itu, militer Turki mengatakan udara sistem pertahanan di sekitar area pertemuan akan dikunci untuk mencegah kemungkinan rudal pesawat tak berawak atau serangan lain yang dianggap memungkinkan. Helikopter untuk keamanan pun disiagakan yang berkeliling area pertemuan dan titik strategis lain, dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet RI.
Keamanan yang dilakukan secara ketat juga di antaranya adalah menggunakan sistem pengenalan wajah dipasang di jalan raya, dari bandara Antalya ke kantong pantai dari kota Belek dan sekitar hotel di mana para pemimpin dunia akan tinggal.
Kedua, wilayah udara dan pantai laut di wilayah Antalya akan ditutup untuk lalu lintas normal. Selama pertemuan, tidak ada wisatawan diizinkan untuk tinggal di hotel di Belek. Seseorang yang tidak memiliki tanda pengenal juga dilarang untuk memasuki area G-20.
Apabila ada kesalahan untuk masuk area meski menggunakan tanda pengenal, peserta akan diminta untuk berbalik arah dan masuk dengan melalui pintu masuk yang seharusnya digunakan. Selain itu juga hotel yang telah ditunjuk dalam zona KTT telah dilengkapi dengan kaca antipeluru.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memimpin langsung inspeksi di Antalya dan memberikan penjelasan tentang langkah-langkah keamanan yang dilakukan oleh pemerintah Turki. Peningkatan keamanan ini bukan tanpa alasan karena pada bulan Oktober lalu, ibu kota Ankara telah dibom dan ISIS dianggap bertanggung jawab dengan tewasnya 102 orang atas pemboman tersebut.
Untuk itulah terkait masalah keamanan, hingga kesempatan terakhir, Gedung Putih belum mengumumkan di mana Presiden Obama akan tinggal. Sebagai informasi, anggota G-20 terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa. Anggota G-20 mewakili 85 persen dari output ekonomi dunia. Untuk itulah, keamanan menjadi salah satu prasyarat penyelenggaraan pertemuan tingkat tinggi pada 15-16 November 2015 kali ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek