Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Yudi Kristiana, akan segera ditarik kembali ke Kejaksaan Agung. Jaksa Yudi selama ini menangani sejumlah kasus besar, di antaranya kasus dana bantuan sosial Sumatera Utara.
Ketika hal ini ditanyakan kepada KPK, lembaga ini belum mendapatkan surat resmi penarikan Jaksa Yudi.
"Pimpinan KPK belum mendapat surat resmi mengenai hal tersebut. Saya kira tunggu saja surat resminya kalau memang ada. Jadi kebijakannya seperti itu kita menunggu surat resmi dari instansi kejaksaan," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati, Selasa (17/11/2015).
Yuyuk menjelaskan Jaksa Yudi masih memiliki masa kerja di KPK. Yudi baru delapan tahun bekerja di lembaga yang dipimpin Taufiqurrachman Ruki.
"Masa kerja penyidik atau jaksa di KPK itu adalah empat tahun dikali dua periode jadi empat kali dua dan masih bisa diperpanjang dua tahun lagi. Nah dalam kondisi saat ini Pak Yudi masuk keempat tahun periode kedua per September kemarin," kata Yuyuk.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Amir Yanto, mengatakan Jaksa Yudi yang juga pernah mendaftar menjadi calon pimpinan KPK itu akan dipromosikan ke eselon III.
"Ini promosi ke eselon III, dia menjadi kepala bagian diklat Kejagung," kata Amir Yanto.
Ketika hal ini ditanyakan kepada KPK, lembaga ini belum mendapatkan surat resmi penarikan Jaksa Yudi.
"Pimpinan KPK belum mendapat surat resmi mengenai hal tersebut. Saya kira tunggu saja surat resminya kalau memang ada. Jadi kebijakannya seperti itu kita menunggu surat resmi dari instansi kejaksaan," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati, Selasa (17/11/2015).
Yuyuk menjelaskan Jaksa Yudi masih memiliki masa kerja di KPK. Yudi baru delapan tahun bekerja di lembaga yang dipimpin Taufiqurrachman Ruki.
"Masa kerja penyidik atau jaksa di KPK itu adalah empat tahun dikali dua periode jadi empat kali dua dan masih bisa diperpanjang dua tahun lagi. Nah dalam kondisi saat ini Pak Yudi masuk keempat tahun periode kedua per September kemarin," kata Yuyuk.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Amir Yanto, mengatakan Jaksa Yudi yang juga pernah mendaftar menjadi calon pimpinan KPK itu akan dipromosikan ke eselon III.
"Ini promosi ke eselon III, dia menjadi kepala bagian diklat Kejagung," kata Amir Yanto.
Tag
Komentar
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo
-
Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati
-
Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia
-
Kawal Dunia Santri, Fraksi PKB DPR RI Sabet Penghargaan 'Peduli Pesantren'
-
Hasto PDIP: Dukung Palestina Bukan Sekadar Politik, Tapi Mandat Hukum Semangat Bandung
-
Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?
-
11 Ilmuwan Nuklir AS, Termasuk Penemu Antigravitasi, Tewas dan Hilang Misterius
-
Gudang Pangan Ilegal di Pontianak Diobrak-abrik Bareskrim, 23 Ton Bawang Disita
-
Gencar Lontarkan Isu Ketahanan Pangan, Firman Soebagyo Raih KWP Award 2026
-
Singgung Kritik Dibalas Laporan Polisi, Hasto PDIP: RI Dibangun Atas Dialektika, Bukan Bungkam Suara