Suara.com - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta tahun 2016 dipastikan sudah tidak lagi menyelenggarakan event-event yang sebelumnya digelar di Jakarta. Event yang akan dihapus seperti Jakarta Karnaval, Indonesia Dance Festival, Festival Kota Tua dan Festival Imlek.
"Ada penghapusan event-event yang selama ini dilaksanakan. (Padahal) kita buat event itu kan untuk promosi. Dengan adanya event itu diharapkan wisatawan akan datang," ucap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Purba Hutapea, di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2015).
Setelah beberapa event dihapus, kini Disparbud DKI akan melakukan promosi melalui media sosial. Hal ini bertujuan agar para wisatawan masih mau berkunjung ke Jakarta.
"Yang dihapus ada yang rutin event tahunan, ada yang baru diusulkan tahun 2016. Indonesia Dance Festival itu sekali dua tahun. Lebh dari 10, hampir 15 event yang dihapus," kata Purba.
Sebelumnya Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) heran dengan penggunaan anggaran di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
"2014 mereka pesta pora bikin festival Rp1,2 triliun lebih. 2015 saya nggak mau ribet Rp700 miliar lebih kita potong. Bikin festival kota tua Rp5 miliar sampai Rp10 miliar apa-apaan?" kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/11/2015).
Padahal, Ahok berharap anggaran tersebut dipakai untuk renovasi museum di Jakarta, bukan digelontorkan untuk membuat macam-macam acara keramaian.
Tahun ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan hanya dianggarkan Rp300 miliar.
"Tahun ini kita potong (anggaran) di dinasnya saja bisa tinggal Rp150 miliar kalau tambah sudin-sudin semua ada itu Rp9 miliar sampai Rp10 miliar. Ya mungkin dibawah Rp300 miliar, saya kira anggaran untuk Disparbud," kata Ahok.
Ketika mengawasi anggaran yang tengah diinput ke dalam sistem e-budgeting dalam beberapa hari terakhir, Ahok juga menemukan anggaran yang nilainya fantastis yang dipakai untuk keperluan yang tidak sepadan.
"Kemarin aja Disparbud hampir Rp300 miliar lho untuk sesuatu yang nggak pantes," kata Ahok.
Berita Terkait
-
Terancam Terusir, 71 Jiwa Penghuni Rusun Kemensos Belum Kantongi Kepastian Tempat Tinggal Baru
-
Buka Peluang ke World Marathon Majors, Pancasakti Run 2026 akan Dihadiri Ahok hingga Sandiaga Uno
-
Data Bansos Amburadul, DPRD DKI Khawatir Bantuan Meleset dari Warga Miskin
-
Opini WTP Perkuat Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!