- Wakil Ketua DPRD DKI Ima Mahdiah mendesak Pemprov DKI segera berkoordinasi dengan Kemensos guna membenahi data penerima bansos.
- Permasalahan akurasi dan tumpang tindih data menyebabkan penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat miskin di Jakarta menjadi tidak tepat sasaran.
- Pembenahan data dinilai krusial agar anggaran bansos tetap optimal meski Pemprov DKI tengah menghadapi tekanan penurunan APBD daerah.
Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk menuntaskan persoalan data penerima bantuan sosial (bansos).
Desakan tersebut disampaikan Ima usai menjadi narasumber dalam acara Urban Talks bertajuk Merawat Kehidupan Menguatkan Yang Rapuh di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026).
Ima menyoroti masalah akurasi data sebagai akar utama kegagalan penyaluran bansos agar tepat sasaran.
"Pendataan sampai hari ini masih banyak terjadi miskom," ucap legislator tersebut, dikutip dari laman resmi DPRD DKI Jakarta, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, tumpang tindih data di lapangan menjadi salah satu penyebab anggaran bansos kerap tidak menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
"Jangan sampai, menggelontorkan anggaran bantuan sosial, tapi tidak tepat sasaran," sorot Ima.
Kondisi ini dinilai semakin mendesak karena Pemprov DKI tengah menghadapi tekanan penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sementara kebutuhan perlindungan sosial bagi warga miskin tidak boleh berkurang.
"Harapan kita ke depan, mengenai dana sosial itu tidak dipotong," kata Ima.
Ima menegaskan bahwa pembenahan data bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut hajat hidup masyarakat kecil yang selama ini bergantung pada program prioritas penanggulangan kemiskinan Pemprov DKI.
Baca Juga: Opini WTP Perkuat Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah
"Hajat hidup masyarakat kecil itu masih terus diakomodir," imbuhnya.
Pemprov DKI sendiri telah mengalokasikan anggaran untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga perlindungan kesejahteraan sosial.
Berita Terkait
-
Opini WTP Perkuat Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah
-
Baru Dilantik, Suhud Alynudin Bongkar Kondisi APBD Jakarta: Masih Defisit, Perlu Cari Cuan!
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
Cara Cek Penerima PIP Juni 2026 Lewat HP, Dana Cair Bulan Ini
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter