Suara.com - Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Kanjeng Gusti Paku Alam IX meninggal pada Sabtu (21/11/2015) di usia 77 tahun. Sebelum meninggal, Paku Alam IX sempat dirawat ICU RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
"Beliau meninggal pada pukul 15.10 WIB setelah dirawat intensif selama 15 hari," kata Kabid Humas RSUP Dr Sardjito, Tresno Heru Nugroho.
Ia mengatakan Sri Paduka Pakualam dirawat di RSUP Dr Sardjito sejak 6 November 2015 karena penyakit komplikasi usia tua dan dirawat di ruangan VVIP Amarta yang ditangani dokter internis sebanyak 10 orang.
Namun sejak 16 November 2015 atau 10 hari dirawat, kondisi Sri Paduka Pakualam terus menurun dan dirawat di ICU untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.
"Tim dokter ICU sudah berusaha maksimal, tapi kondisi beliau terus memburuk dan meninggal pada pukul 15.10 WIB," katanya.
Atas kepergian ini PDIP Yogyakarta menyatakan duka citanya.
"Kita kehilangan pemimpin yang bersih, baik, sederhana, dan jujur," kata Ketua Fraksi PDIP DIY Eko Suwanto di Yogyakarta.
Menurut Eko, sosok KGPA IX merupakan tokoh nasional yang memberikan teladan bagi rakyat dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai Wakil Gubernur DIY.
"KGPA IX juga pribadi yang rendah hati dan bersahabat dengan seluruh lapisan masyarakat," katanya.
Ia mengatakan dalam tugasnya sebagai Wagub beliau juga memberikan keteladanan dengan melaksanakan tugas-tugasnya membantu Gubernur DIY dengan sangat baik.
"Kita sangat kehilangan sosok pemimpin dan bapak yang ngayomi dan melindungi rakyat. Kita doakan semoga almarhum diterima mulia di sisi Allah SWT," katanya. (ANtara)
Berita Terkait
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
DPRD DIY Protes Dana Desa Dipangkas untuk Koperasi Merah Putih, Infrastruktur Desa Terancam
-
Polda DIY Bantah Gunakan Gas Air Mata Saat Bubarkan Massa, Sebut Suara Ledakan dari...
-
Massa Robohkan Gerbang Polda DIY! Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan Saat Demo Ricuh
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS