Suara.com - Atlet taichi asal Bandung, Jawa Barat, Eulis Komariah, kembali mengharumkan nama Indonesia, setelah berhasil meraih satu medali emas di ajang President Cup 2015 di Taichung, Taiwan.
"Alhamdulillah, perjuangan saya selama dua hari membawa hasil," ungkap Eulis, atlet taichi yang sehari-hari bekerja sebagai perawat orang jompo di Pingtung County, itu melalui keterangan tertulisnya, Rabu (25/11/2015).
Dalam kejuaraan yang berlangsung di kampus National Chung Hsing University, Taichung, itu perempuan berusia 46 tahun tersebut meraih medali emas dari nomor kompetisi yang memeragakan 54 jurus pedang. Sementara di luar itu, Eulis juga menduduki juara harapan II dalam kompetisi memeragakan 37 jurus.
Hal itu diakui Eulis menjadi kebanggaan tersendiri baginya, lantaran peserta kejuaraan tersebut semuanya berasal dari Taiwan.
Namun yang menarik, sebelumnya Eulis juga sudah berhasil mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di Kejuaraan Dunia Taichi di Taipei, pada 18-19 Oktober 2014 lalu. Di ajang itu, dia memborong tiga medali emas dan satu medali perak. Prestasinya saat itu lebih bagus dibanding kejuaraan yang sama di Touyuan dua tahun sebelumnya, di mana dia hanya mendapatkan dua medali perak.
Disebutkan, di sela-sela kesibukannya merawat orangtua jompo di kota pelabuhan yang berjarak sekitar 300 kilometer arah selatan Taipei itu, Eulis juga mengajarkan jurus-jurus taichi kepada para nelayan asal Indonesia. Menurutnya, taichi sendiri sekadar olahraga bela diri, melainkan juga salah satu seni olah pernafasan yang sudah berkembang di Cina iongkok sejak dahulu kala.
Eulis mengaku belajar taichi sejak 4,5 tahun yang lalu, dari majikannya bernama Liu Yushia. Kini, hampir setiap kejuaraan taichi digelar di Taiwan, Eulis yang tercatat sebagai mahasiswi Universitas Terbuka (UT) itu selalu berusaha ikut ambil bagian dengan membawa nama Indonesia. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?