Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan membantah Presiden Joko Widodo bakal dilengserkan apabila tidak memperpanjang kontrak PT. Freeport Indonesia.
Soal kabar ini muncul setelah beredarnya transkip pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan seorang pengusaha Mohammad Riza Chalid. Tak hanya itu ada juga percakapan yang mengungkapkan bahwa Jokowi disebut keras kepala.
"Ah nggak ada itu, ngarang aja itu. Nggak ada kabar-kabarnya seperti itu," kata Luhut setelah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (2/12/2015).
Luhut menegaskan, Presiden Jokowi akan tetap pada prinsipnya untuk tidak memperpanjang kontrak PT Freeport sampai tahun 2019. Hal itu dikatakannya mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.
"Pak presiden itu dari awal soal masalah Freeport itu jelas posisinya, tidak ingin memperpanjang sebelum tahun 2019, sesuai dengan PP Nomor 77," katanya.
Kasus ini belakangan bergulir hingga ke MKD DPR yang menyidangkang kasus dugaan pencatutan nama Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat oleh Setya Novanto.
Hari ini, MKD DPR meminta keterangan kepada Menteri ESDM Sudirman Said yang mengadukan kasus ini dan menyerahkan rekaman pembicara antara ketiganya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
LBHM Beri 4 Catatan 'Pedas' untuk Indonesia yang Baru Saja Jadi Presiden Dewan HAM PBB
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
Kasus Isu Ijazah Palsu Jokowi, PSI Desak Polisi Segera Tahan Roy Suryo Cs
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan