Suara.com - Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengumpulkan kendaraan hasil razia parkir liar Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta. Itu akan dinilai memberikan 'hukuman' berat ke pengendara.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan pelanggar akan membayar ganda. Yaitu ke pengelola pusat perbelanjaan dan satu lagi ke Dishubtas DKI.
"Habis diderek taruh saja ke mal terdekat, mau ambil musti bayar, pusing amat. Jadi bayar parkir di mal, bayar juga denda dereknya," jelas Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/12/2015).
Ahok menegaskan, untuk menghindari pungli atau suap yang dilakukan oleh petugas Dishubtrans DKI, maka segala bentuk pembayaran akan melalui bank.
"Kita nggak pakai kontan-kontan lagi untuk menghindari kebocoran," jelas Ahok.
Sebelumnya, Kadishubtrans DKI Andri Yansyah mengatakan, selama Dishubtrans melakukan penertiban dari bulan Januari - 4 Desember 2015 berhasil menderek 8.418 unit kendaraan roda empat yang parkir sembarangan. Dan mendapatkan uang retribusi penderekan (denda) dan penyimpanan kendaraan karena pelanggaran parkir yang didapat sebesar Rp4.357.000.000.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?
-
Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat
-
Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa
-
Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak
-
PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar
-
Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara
-
Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?