Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan dari Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (jas hitam) [suara.com/Bagus Santosa]
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) akan mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Selasa (8/12/2015) siang ini, untuk meminta rekaman asli pembicaraan kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto, Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsoeddin serta pengusaha Muhammad Riza Chalid.
Wakil Ketua MKD DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan alat bukti berupa rekaman di dalam telepon genggam milik Maroef Sjamsoeddin, untuk mendalami kasus Ketua DPR.
"Hari ini mau ke kejaksaan (minta rekaman), saya ke sana dengan Pak Junimart dan Pak Kahar (pimpinan MKD lain -RED)," ujar Dasco di DPR, Jakarta, Selasa (8/12/2015).
Dasco menambahkan bahwa pihaknya akan membawa rekaman tersebut ke Mabes Polri untuk dilakukan uji forensik, setelah mendapatkan dari 'tangan' Kejagung.
"Kalau diberikan (rekaman), langsung kami serahkan ke Polri. Karena kalau disimpan di sini (MKD) takut (hilang) apalagi besok kita libur (reses)," katanya.
Seperti diketahui, Setya diduga terlibat dalam kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden saat berupaya melobi perpanjangan kontrak PT Freeport. Kasus ini dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said, setelah mendapatkan rekaman dari Maroef Sjamsoeddin .
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
-
Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas
-
Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat
-
Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral
-
Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional
-
Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!
-
Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan
-
Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo
-
Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran
-
Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta