Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat ikut membongkar praktik politik uang yang disinyalir marak terjadi menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak di 21 kabupaten/kota pada 9 Desember 2015.
"Kalau melihat 'money politic' bongkar saja, berkoordinasi dengan petugas panwas yang proaktif dan masyarakat tidak perlu takut melaporkannya," kata Ganjar di sela pengecekan kesiapan pelaksanaan pilkada di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) 01 Kelurahan Karangayu, Kota Semarang, Selasa (8/12/2015) malam.
Menurut Ganjar, keberanian masyarakat tersebut akan membongkar praktik politik uang itu juga akan menghentikan perilaku-perilaku buruk dalam pilkada.
Ganjar berpendapat bahwa masyarakat yang berhasil melaporkan sekaligus membongkar politik uang itu akan mendapat "reward" atau penghargaan sebagai bentuk pendidikan politik.
Ganjar berharap pelaksanaan pilkada di 21 kabupaten/kota dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
"Bagi pasangan calon pilkada yang melakukan 'money politic' diharapkan menghentikannya dan memberikan pendidikan politik Ketua Panwas Kecamatan Semarang Barat Budiono mengungkapkan bahwa praktik politik uang, diduga terjadi di RT 04 RW 01, Kelurahan Karangayu, Kota Semarang.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, sejumlah warga yang berada di lingkungan setempat menerima uang Rp35.000 untuk tiap orang," katanya.
Uang yang diduga diberikan oleh salah pasangan calon kepala daerah bernomor urut 3 di Kota Semarang itu dalam bentuk pecahan Rp100.000 dan Rp50.000.
"Temuan pelanggaran aturan pemilu ini akan kami tindak lanjuti dengan meminta keterangan sejumlah saksi terkait dalam waktu dekat," katanya.
Sebelumnya, Ganjar beserta rombongan mengecek kesiapan pelaksanaan pilkada Kota Semarang dengan mendatangi sejumlah TPS di beberapa titik.
TPS yang dikunjungi Ganjar guna mengecek kesiapan berbagai logistik pilkada itu antara lain, TPS 01 dan TPS 02 di Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur dan TPS 29 kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara.
Ke-21 kabupaten/kota di Jateng yang akan menyelenggarakan pilkada secara serentak pada 2015 itu adalah Kota Pekalongan, Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Kendal.
Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, Kabupaten Blora.
Kemudian, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, Kabupaten Demak, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang. (Antara)
Berita Terkait
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Baleg DPR Dukung UU Pembatasan Uang Tunai, Dinilai Ampuh Tekan Politik Uang
-
Waketum PAN Sebut Pilkada Lewat DPRD Layak Dipertimbangkan: Bisa Tekan Politik Uang dan Dinasti
-
PDIP Lawan Politik Uang, Hasto Kristiyanto: Gerakkan Anak Muda dan Bangun Visi Samudra
-
Kemendagri Beberkan 'Penyakit Kronis' Demokrasi: Politik Uang Merajalela Akibat Banyak Warga Miskin!
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!