Suara.com - Di tengah peran partai politik yang tidak tampak dalam kekisrugan PT Freeport Indonesia, langsung muncul wacana untuk membentuk Hak Nagket panitia khusus
(Pansus) kasus Freeport. Menurut Politis Partai Amanat Nasional, Yandri Susanto, rencana untuk mengadakan pansus seperti yang dilakukan DPR terhadap PT Pelindo II sangatlah bagus. Pembentukan pansus dapat membongkar berbagai kasus di PT Freeport.
"Ini momentum kita untuk bangkit, kalau sikap PAN jelas mendukung," kata Yandri dalan diskusi bertajuk 'Antara Politik dan Kekuasaan' di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu(12/12/2015).
Bahkan menurut Yandri, PAN sendiri sejak zaman kepemimpinan Amien Rais sudah mulai berani untuk mengganggu keberadaan Freeport di Indonesia. Karena sebenarnya, yang dijalankan oleh Freeport adalah semata-mata roda bisnis sehingga harus perlu dibongkar.
"Bentuk pansus sangat tepat, kita mau uji apakah rasa nasionalisme bisa bersatu. Saya kira tanah Papua itu bisa kita maksimalkan untuk kemajuan negeri ini, dan yang penting itu tanah Papua itu sendiri, jangan samoai kita mati di lumbung padi," kata Yandri.
Menurutnya, dengan dibongkarnya Freeport, maka kemungkinan akan terkuak banyak kasus dalamnya. Dan kalau pun sudah untuk diambil alih, maka paling tidak sebagian besar sahamnya bisa dikuasai oleh Indonesia.
"Disitulah goal kita kalau tidak ambil alih, ya 40-50 persen, tenaga kerja dari kita. Kalau itu dilakukan kekayaan kita dirasakan rakyat indonesia," tutup Yandri.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu. Menurutnya, nasionalisme bukan hanya soal politik saja tetapi juga ekonomi.
"Kalau pun teman-teman dorong Pansus angket Freeport, kami pasti dukung, karena apapun ya, itu tadi ini sangkut kepentingan nasional kita, ini tidak bisa berlama-lama,"kata Masinton.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat