Suara.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI pada hari Senin (14/12/2015) menjadwalkan akan memanggil pengusaha minyak Riza Chalid dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan. Keduanya akan dimintai keterangan pada kasus "papa minta saham" yang menyeret nama Ketua DPR RI Setya Novanto.
Menanggapi hal ini, Luhut malah mengaku sudah siap dimintai keterangan MKD sejak lama. Sebab ia merasa tidak bersalah pada kasus ini.
"Oh siap. Saya minta dipanggil kok (sebelumnya). Saya nggak ada yang nggak siap. Saya tentara, sepanjang saya nggak salah saya akan hadapi siapapun dia," ujar Luhut di Kantor Menkopolhukam, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2015).
Luhut memastikan tidak akan gentar menghadapi pemeriksaan MKD.
"Jiwa tentara saya keluar. Saya baru reuni kemarin dengan prajurit-prajurit saya 40 tahun (yang lalu). Saya menghadapi kematian di situ, apalagi ini," katanya.
Untuk diketahui, nama Luhut, 66 kali disebut pada perbincangan yang dilakukan antara Ketua DPR Setya Novanto, Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin dan seorang pengusaha bernama Mohammad Riza Chalid. Perbicaraan itu terkait perpanjangan PT. Freeport Indonesia setelah Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan ke MKD DPR.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?