Capim KPK Robby Arya Brata
Salah satu calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan(fit and proper test), Robby Arya Brata sangat mendukung revisi Undang-undang KPK. Menurutnya, dirinya sudah lama menginginkan agar UU KPK tersebut segera direvisi.
"Itu sudah saya sampaikan pada fit and proper test kemarin, saya katakan tidak hanya menyarankan tetapi mewajibkan merevisi UU KPK ini, itu hasil kajian saya," kata Robby sebelum dirinya menjalankan fit and proper test di ruang rapat Komisi III DPR RI Seanyan, Jakarta, Senin(15/12/2015).
Alasan yang melatarbelakangi lahirnya keinginan untuk merevisi UU KPK oleh Robby adalah karena menilai banyak masalah yang dihasilkan oleh UU KPK saat ini. Menurut Pria yang sebelumnya sudah menjalani fit and proper test bersama dengan Mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas tersebut bahwa masih terjadi ada kelemahan dalam akuntabikitas di KPK.
"Karena banyak masalah, kerangka akuntabilitas. di KPK itu masih lemah," kata Robby.
Dia juga menilai bahwa apa yang disampakannya untuk merevisi UU KPK tersebut untuk menyelamatkan KPK. Pasalnya, dengan demikian kejadian seperti yang terjadi pada beberapa pimpinan sebelumnya tidak akan terjadi lagi.
"Kalau kita biarkan terbuka bagi pimpinan KPK untuk melakukan abuse of power, itu merka gunakan untuk alat poitk saja, untuk syahwat politiknya. Mengapa saya sampaikan ide harus ada badan pengawas KPK sejak 2007, dan alhamdulilah sudah diterima oleh semua kalangan, bahkan sebagian pimpinan KPK, itu penting, kecuali kalau KPK mau seperti sekarang ini," kata Robby.
Karena itu, dirinya tidak takut untuk ditekan oleh masyarakat atau oleh Lembaga Swadaya Masyarakat yang menolak keinginannya untuk merevisi UU KPK tersebut. Baginya, untuk membuat perubahan harus dibutuhkan perjuangan yang esktra keras.
"Saya mendukung revisi UU KPK, saya akan tetap kosistensi dengan itu. Biarlah mendapat tekanan dari LSM, tidak apa-apa, satu pekerjaan untuk perubahan memang tidak mudah," tutupnya.
Seperti diketahui, Komisi III mengagendakan pelaksanaan fit and proper test terhadap sepuluh orang Capim KPK yang sudah diseleksi oleh Panitia seleksi Capim KPK sejak tanggal 14 hingga 16 Desember besok. Dari sepuluh orang ini, akan dipilih lima orang untuk menjadi pimpinan KPK defenitif ntuk periode Tahun 2016-2020 mendatang.
Komentar
Berita Terkait
-
5 Capim KPK Terpilih Nihil Perempuan, Begini Dalih Habiburohkman soal Hasil Voting Komisi III
-
Johanis Tanak jadi Pimpinan KPK Lagi, Harta Kekayaan Tembus Rp11,2 Miliar dan Ini Deretan Asetnya!
-
IM57+ Kritisi Daftar Pimpinan KPK Terpilih Periode 2024-2029: Tak Ada Representasi Masyarakat Sipil
-
Setyo Budiyanto Terpilih Jadi Ketua KPK yang Baru, Hartanya Rp 9,6 Miliar
-
Raih 45 Suara Hasil Voting Capim di DPR, Setyo Budiyanto Terpilih jadi Ketua KPK Baru
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata
-
PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa
-
Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang
-
Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap
-
Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping
-
Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi