News / Metropolitan
Jum'at, 01 Januari 2016 | 18:12 WIB
Kapolsek Tebet Komisaris Polisi Nurdin Rahman di rumah Ahmad Rifai di RT 4, RW 10, Kelurahan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Abdul Rozak, Ketua RT 3/10, Kelurahan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, menceritakan peristiwa mengerikan saat anak kampungnya, Ahmad Rifai (21), tewas secara mengenaskan dalam perkelahian pada malam tahun baru.

‎"Awalnya ini keributan antar geng Wall Street dari RT 4 dan geng anak-anak muda Kober dari RT 9. mereka tawuran di lapangan kuburan. Kemudian sekitar jam12.00 WIB malam saat Rifai bakar-bakar dengan teman-temannya di pos Wall Street diserang oleh geng Kober sampai korban dibacok," kata Abdul Rozak, kepada Suara.com.

Jumlah orang yang ketika itu mengeroyok Rifai ada belasan. Tak hanya dipukul, Rifai yang terjebak juga dihajar pakai golok. Lehernya menderita luka parah.

"Yang nyerang sekampung, menggunakan pedang dan golok‎," ujarnya.

‎Rozak menduga keributan terjadi gara-gara rebutan lahan parkir di kawasan Mall Kasablanka.

‎"Pemicunya awalnya karena pamer tempat parkir di depan pom bensin depan Kota Kasablanka," kata dia.

Kapolsek Tebet Komisaris Polisi Nurdin Rahman menambahkan dua kelompok pemuda itu umumnya tukang parkir.

"Mereka ini kerjanya tukang parkir di depan ATM Mandiri (Tebet). Mungkin mereka sebelumnya ada cekcok," ‎kata dia.

Kasus tersebut, sekarang ditangani Polsek Tebet. Polisi sedang memburu para pelaku. Sejumlah saksi dari RT 4 telah diperiksa.

"Kami telah mengantongi tujuh nama pelaku penyerangan," katanya.

Load More