Suara.com - Sebanyak 190 pekerja, kebanyakan kaum imigran dari Somalia, telah dipecat oleh pabrik pengepakan daging di Fort Morgan, Colorado Amerika Serikat. Pemecatan terjadi setelah para pekerja memprotes larangan melakukan ibadah shalat yang diterapkan perusahaan.
PHK di Cargill terjadi setelah 10 hari berlangsung protes akibat kegagalan negosiasi antara pekerja dengan perusahaan yang dimediasi oleh Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR).
Menurut juru bicara CAIR dan direktur eksekutif Jaylani Hussein, Beberapa pekerja yang dipecat telah bekerja untuk perusahaan selama 10 tahun.
Akar persoalan adalah keputusan perusahaan untuk tidak lagi memperbolehkan karyawan Muslim melakukan shalat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sebelumnya, menurut CAIR, pabrik di Cargill ini tidak hanya diperbolehkan praktek shalat, tetapi juga tidak memberikan ruangan untuk para karyawan melakukan shalat.
Waktu untuk shalat hanya diberikan apda jam istirahat 15 menit untuk makan siang yang belum dibayar.
"Mereka merasa hilang doa mereka lebih buruk dari kehilangan pekerjaan mereka," kata Hussein, menjelaskan bahwa bahkan jika pekerja dipecat diperbolehkan untuk kembali pekerjaan mereka, mereka masih ingin berdoa di tempat kerja. "Ini seperti kehilangan berkat dari Tuhan."
Cargill membantah mengubah kebijakannya mengenai doa di tempat kerja dan mengatakan akomodasi tersebut tidak dijamin.
"Di pabrik Fort Morgan, ada ruangan yang bisa digunakan oleh semua karyawan untuk berdoa. Ruangan ini didirikan pada bulan April 2009, dan tersedia selama shift kerja berdasarkan kemampuan kita untuk secara memadai staf area kerja tertentu," kata perusahaan dalam pernyataan resminya.
"Sementara upaya-upaya yang dilakukan untuk mengakomodasi karyawan, akomodasi tidak dijamin setiap hari dan tergantung pada sejumlah faktor yang dapat, dan lakukan, perubahan dari hari ke hari. Ini telah jelas dikomunikasikan kepada seluruh karyawan. Cargill membuat setiap usaha yang wajar untuk menyediakan akomodasi agama untuk seluruh karyawan berdasarkan kemampuan kita untuk melakukannya tanpa gangguan untuk usaha pengolahan daging sapi kami di Fort Morgan, "ujar perusahaan.
Cargill mengatakan pemecatan terhadap pekerja hanya setelah dilakukan setelah beberapa upaya untuk membahas situasi dengan karyawan lokal dari Somalia Kandas.
Perusahaan yang berbasis di Kansas, Cargill, memiliki 155.000 karyawan dari 68 negara. Fakta ini terungkap dalam dokumen perusahaan perusahaan. Fort Morgan mempekerjakan sekitar 2.000 orang dengan setiap pekerja memiliki penghasilan $ 14 per jam.
(Rusia Today)
Berita Terkait
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah
-
Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh
-
Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah
-
Kilas Balik Piala Dunia di AS: Penyesalan Roberto Baggio, Maradona Pakai Doping
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara