News / Nasional
Rabu, 04 Februari 2026 | 11:05 WIB
Ilustrasi drone ditembak pihak AS. (Pixabay/Powie)
Baca 10 detik
  • Jet tempur AS menembak jatuh drone Iran di Laut Arab pada Selasa (4/2/2025) karena manuver berbahaya dekat kapal induk USS Abraham Lincoln.
  • Insiden terjadi sekitar 500 mil dari pesisir selatan Iran setelah upaya de-eskalasi militer AS tidak diindahkan drone tersebut.
  • Gedung Putih menegaskan tindakan CENTCOM melindungi aset Amerika, namun diplomasi dengan Iran tetap dijadwalkan berlangsung akhir pekan itu.

Suara.com - Ketegangan di wilayah perairan Timur Tengah kembali memuncak. Sebuah jet tempur Amerika Serikat dilaporkan menembak jatuh pesawat nirawak (drone) milik Iran di Laut Arab, Selasa (4/2/2025), setelah drone tersebut melakukan manuver berbahaya yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln.

Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, mengonfirmasi insiden tersebut terjadi saat armada tempur AS tengah beroperasi di posisi sekitar 500 mil dari pesisir selatan Iran.

"USS Abraham Lincoln (CVN 72) sedang melintasi Laut Arab sekitar 500 mil dari pantai selatan Iran ketika sebuah drone Iran Shahed-139 bermanuver ke arah kapal tersebut," ungkap Hawkins.

Menurut Hawkins, militer AS sebenarnya telah berupaya melakukan langkah-langkah de-eskalasi sebelum memutuskan untuk mengambil tindakan tegas demi keselamatan personel dan aset tempur di lokasi.

"Drone terus terbang ke arah kapal meskipun telah dilakukan tindakan de-eskalasi oleh pasukan AS yang beroperasi di perairan internasional, dan memastikan keselamatan personel, kapal dan pesawat AS di Timur Tengah," lanjutnya.

Hawkins juga memberikan peringatan keras terhadap Teheran atas aksi provokatif tersebut yang dinilai dapat memicu instabilitas di kawasan.

"Gangguan dan ancaman Iran yang terus berlanjut di perairan dan wilayah udara internasional tidak akan ditoleransi. Agresi Iran yang tidak perlu di dekat pasukan AS, mitra regional, dan kapal komersial meningkatkan risiko tabrakan, salah perhitungan, dan destabilisasi regional," tambahnya tegas.

Respon Gedung Putih: Bertindak "Tepat dan Perlu"

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pentagon terkait insiden ini. Leavitt menegaskan bahwa CENTCOM memiliki wewenang penuh untuk melindungi aset Amerika.

Baca Juga: Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp140 Juta, Mauricio Pochettino Pasang Badan untuk FIFA

"Jadi, CENTCOM memang membuat keputusan untuk menembak jatuh drone Iran itu. Drone itu tidak berawak dan bertindak agresif terhadap USS Lincoln, yang kita tahu sedang berada di wilayah tersebut atas arahan Presiden Trump," ujar Leavitt saat berbicara kepada Fox News.

Diplomasi di Balik Ancaman Militer

Meski situasi di lapangan memanas, Leavitt menggarisbawahi bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tetap membuka pintu dialog. Namun, ia mengingatkan bahwa diplomasi tidak bisa berjalan searah.

Leavitt menyebut utusan khusus Steve Witkoff dijadwalkan akan tetap melakukan pembicaraan dengan pihak Iran pada akhir pekan ini sebagai upaya meredam konflik.

"Pembicaraan tersebut masih dijadwalkan hingga saat ini, tetapi tentu saja, presiden selalu memiliki berbagai pilihan, dan itu termasuk penggunaan kekuatan militer, pihak Iran mengetahuinya lebih baik daripada siapa pun," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait jatuhnya drone Shahed-139 tersebut. (Antara/Anadolu)

Load More