- Jet tempur AS menembak jatuh drone Iran di Laut Arab pada Selasa (4/2/2025) karena manuver berbahaya dekat kapal induk USS Abraham Lincoln.
- Insiden terjadi sekitar 500 mil dari pesisir selatan Iran setelah upaya de-eskalasi militer AS tidak diindahkan drone tersebut.
- Gedung Putih menegaskan tindakan CENTCOM melindungi aset Amerika, namun diplomasi dengan Iran tetap dijadwalkan berlangsung akhir pekan itu.
Suara.com - Ketegangan di wilayah perairan Timur Tengah kembali memuncak. Sebuah jet tempur Amerika Serikat dilaporkan menembak jatuh pesawat nirawak (drone) milik Iran di Laut Arab, Selasa (4/2/2025), setelah drone tersebut melakukan manuver berbahaya yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln.
Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, mengonfirmasi insiden tersebut terjadi saat armada tempur AS tengah beroperasi di posisi sekitar 500 mil dari pesisir selatan Iran.
"USS Abraham Lincoln (CVN 72) sedang melintasi Laut Arab sekitar 500 mil dari pantai selatan Iran ketika sebuah drone Iran Shahed-139 bermanuver ke arah kapal tersebut," ungkap Hawkins.
Menurut Hawkins, militer AS sebenarnya telah berupaya melakukan langkah-langkah de-eskalasi sebelum memutuskan untuk mengambil tindakan tegas demi keselamatan personel dan aset tempur di lokasi.
"Drone terus terbang ke arah kapal meskipun telah dilakukan tindakan de-eskalasi oleh pasukan AS yang beroperasi di perairan internasional, dan memastikan keselamatan personel, kapal dan pesawat AS di Timur Tengah," lanjutnya.
Hawkins juga memberikan peringatan keras terhadap Teheran atas aksi provokatif tersebut yang dinilai dapat memicu instabilitas di kawasan.
"Gangguan dan ancaman Iran yang terus berlanjut di perairan dan wilayah udara internasional tidak akan ditoleransi. Agresi Iran yang tidak perlu di dekat pasukan AS, mitra regional, dan kapal komersial meningkatkan risiko tabrakan, salah perhitungan, dan destabilisasi regional," tambahnya tegas.
Respon Gedung Putih: Bertindak "Tepat dan Perlu"
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pentagon terkait insiden ini. Leavitt menegaskan bahwa CENTCOM memiliki wewenang penuh untuk melindungi aset Amerika.
Baca Juga: Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp140 Juta, Mauricio Pochettino Pasang Badan untuk FIFA
"Jadi, CENTCOM memang membuat keputusan untuk menembak jatuh drone Iran itu. Drone itu tidak berawak dan bertindak agresif terhadap USS Lincoln, yang kita tahu sedang berada di wilayah tersebut atas arahan Presiden Trump," ujar Leavitt saat berbicara kepada Fox News.
Diplomasi di Balik Ancaman Militer
Meski situasi di lapangan memanas, Leavitt menggarisbawahi bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tetap membuka pintu dialog. Namun, ia mengingatkan bahwa diplomasi tidak bisa berjalan searah.
Leavitt menyebut utusan khusus Steve Witkoff dijadwalkan akan tetap melakukan pembicaraan dengan pihak Iran pada akhir pekan ini sebagai upaya meredam konflik.
"Pembicaraan tersebut masih dijadwalkan hingga saat ini, tetapi tentu saja, presiden selalu memiliki berbagai pilihan, dan itu termasuk penggunaan kekuatan militer, pihak Iran mengetahuinya lebih baik daripada siapa pun," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait jatuhnya drone Shahed-139 tersebut. (Antara/Anadolu)
Berita Terkait
-
AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Brent Tembus 67 Dolar AS
-
Prabowo Dijadwalkan Bertemu Donald Trump di AS, Bahas Tarif Impor dan Board of Peace
-
New Gaza: Kota Masa Depan atau Proyek Elit di Atas Luka Palestina?
-
4 Rekomendasi Drone Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Kemampuan Nggak Main-Main!
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp140 Juta, Mauricio Pochettino Pasang Badan untuk FIFA
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba