Suara.com - Kepada sejumlah organisasi relawan Jokowi, Presiden Joko Widodo mengaku belum memikirkan soal "reshuffle" kabinet melainkan lebih tertarik dan fokus pada pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan.
Organisasi Relawan Jokowi diundang dan diterima Presiden Jokowi di Istana Presiden Jakarta, pada Kamis (7/1/2016) untuk makan siang bersama.
Salah satu relawan Jokowi, Reinhard Parapat yang juga Ketua Umum Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) mengatakan dalam pertemuan dengan relawan Jokowi, Presiden mengatakan belum berpikir soal pergantian menteri, Presiden lebih senang berbicara dan fokus membangun infrastruktur dan ketahanan pangan.
"Tidak ada soal reshuffle, fokus pada semua kementerian yang sedang bekerja," katanya.
Reinhard yang akrab disapa Taki itu mengatakan dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal yang dibicarakan di antaranya soal Presiden Jokowi yang memberikan beberapa pemaparan tentang pembangunan infrastruktur di daerah-daerah seperti di Sumatera.
"Tol Sumatera pembangunan jalannya lebih cepat penyelesaiannya, sudah lebih 50 persen pengerjaan dari target waktu yang dikerjakan, ini karena keterlibatan beberapa Gubernur di Sumatera, khususnya di Lampung dan Sumatera Selatan yang merespon cepat realisasi kebijakan Pemerintah Jokowi yang fokus pada infrastruktur," katanya.
Selain itu juga dipaparkan soal Cina yang bisa membangun infrastukur pada masa keterbukaan (era Presiden Deng Xio Ping) karena fokus menjalankan visi misi membangun negaranya hingga besar.
"Kenapa kita tidak bisa? Padahal Indonesia sudah mencanangkan infrastrukur jauh sebelum Cina mencanangkan pembangunan infrastrukturnya, inilah fokus implementasi visi Presiden yang sedang berjalan dan dilakukan dengan cepat dan terukur," katanya.
Ia menambahkan dalam kesempatan yang sama Presiden juga membahas soal ketahanan pangan yang diyakini dapat direalisasikan asalkan fokus.
"Kita harus percaya diri dan fokus untuk merealisasikan pembangunan, mendukung usaha pertanian, bagaimana mungkin kita menanam dengan ketersediaan air yang cukup bila bendungan dan irigasi tidak berfungsi maksimal. Bahkan sampai tidak ada, 48 bendungan yang tidak berfungsi maksimal akan dikejar penyelesaiannya, termasuk merealisasikan perencanaan bendungan yang belum dibangun dan masih tahap perencanaan," katanya.
Presiden menekankan regulasi dan perizinan yang rumit harus dideregulasi karena tidak mungkin membangun iklim usaha yang baik apabila kondisi masih mempersulit perizinan pelaku usaha.
"Kita sudah terbelenggu sendiri oleh begitu banyaknya aturan yang dibuat, sebagai contoh, di Dubai cukup hanya satu perizinan, pengusahanya langsung bisa membangun pabrik, sementara kita harus memiliki puluhan tumpuk perizinan yang yang instansinya berbeda-beda belum termasuk aturan dan kebijakan pemerintah daerah sampai pusat, itu yang perlu dibereskan," katanya.
Reinhard menegaskan organisasi relawan sampai sejauh ini mengapresiasi hasil kinerja yang telah dilakukan Presiden. (Antara)
Berita Terkait
-
Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak
-
Alasan Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat: Biar Aspirasi Buruh Gak Macet
-
Prabowo Lantik Said Iqbal dan Nanik S Deyang, Ini Daftar Pejabat Baru di Istana
-
Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini
-
Mensesneg Tegaskan Tidak Ada Reshuffle Kabinet, Bantah Isu Chatib Basri Jadi Menkeu
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno