- Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan reshuffle Kabinet Merah Putih adalah hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
- Presiden Prabowo melakukan evaluasi kinerja harian menteri tanpa perlu forum khusus untuk pengambilan keputusan.
- Istana mengakui isu perombakan kabinet terus beredar, namun fokus pada mekanisme kewenangan presiden saat ini.
Suara.com - Kabar angin mengenai perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang sempat berembus kencang akhirnya direspons langsung oleh lingkaran dalam Istana.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara, memberikan sinyal bahwa nasib para menteri sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto yang melakukan evaluasi kinerja secara berkelanjutan.
Spekulasi mengenai siapa menteri yang akan diganti dan siapa yang akan bertahan telah menjadi perbincangan hangat di kalangan publik dan elite politik.
Dia menegaskan bahwa evaluasi terhadap para pembantu presiden bukanlah agenda formal semata, melainkan proses yang berjalan setiap hari.
Hak Prerogatif Presiden dan Evaluasi Harian
Berbicara kepada awak media usai menghadiri sebuah acara di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026), Prasetyo Hadi menegaskan bahwa isu reshuffle adalah wewenang mutlak atau hak prerogatif Presiden Prabowo.
Menurutnya, Presiden secara langsung memonitor kinerja jajarannya tanpa perlu adanya forum evaluasi khusus.
"Yang perlu dipahami masalah kabinet, ini kan hak prerogatif dari Bapak Presiden dan kemudian Bapak Presiden tentu setiap hari melakukan evaluasi. Dalam tanda kutip ya, bukan berarti satu forum khusus untuk mengevaluasi," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Prabowo, sebagai kepala pemerintahan, memiliki data dan penilaian sendiri yang menjadi dasar untuk mengambil keputusan strategis terkait komposisi kabinetnya.
Baca Juga: Istana: PT Perminas Akan Kelola Banyak Tambang, Bukan Cuma Martabe
Prasetyo menambahkan, pergantian akan dilakukan jika Presiden merasa ada pos yang perlu diperbaiki untuk mengoptimalkan jalannya pemerintahan.
"Bilamana kemudian Bapak Presiden misalnya merasa perlu melakukan perbaikan atau perlu melakukan pergantian, ya itu sepenuhnya beliau yang tahu. Karena beliau lah yang sehari-hari memonitor seluruh kinerja dari para pembantunya di kabinet," terangnya.
Istana Akui Tak Bisa Bendung Isu di Masyarakat
Prasetyo juga menunjukkan sikap realistis terhadap dinamika informasi di ruang publik. Ia mengakui bahwa pemerintah tidak bisa mencegah atau membendung isu reshuffle yang terus bergulir di masyarakat. Baginya, hal tersebut merupakan bagian dari dinamika politik yang wajar terjadi.
Sikap ini menunjukkan bahwa Istana menyadari betul tingginya atensi publik terhadap kinerja Kabinet Merah Putih.
Alih-alih membantah mentah-mentah, pemerintah memilih untuk memberikan penjelasan mengenai mekanisme dan kewenangan yang dimiliki oleh Presiden.
Tag
Berita Terkait
-
Mundurnya Bos BEI Bukan Tekanan dari Prabowo
-
Istana: PT Perminas Akan Kelola Banyak Tambang, Bukan Cuma Martabe
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, PKB Beri Respons Begini
-
Pratikno Masuk Jajaran Rumor Akan Kena Reshuffle, Upaya Prabowo Singkirkan Orang Jokowi?
-
Isu Reshuffle Menguat, Sekjen Golkar: Kita Belum Dengar Info Yang Valid
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur