Suara.com - Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan hak politik Partai Golkar apabila ingin bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Ya kalau itu (Golkar gabung pemerintah) setiap parpol punya hak menentukan sikap politik," katanya di Gedung Nusantara III, Jakarta, Jumat (8/1/2016).
Dia mengatakan apabila Golkar benar-benar gabung pemerintah, maka jumlah parpol yang mengawasi jalannya pemerintahan lebih sedikit.
Namun menurut dia hal itu masih sebatas wacana dan belum menjadi sikap resmi Golkar sehingga perlu dilihat perkembangan politik ke depan.
"Kita lihat saja ke depan karena politik dinamis dan yang paling penting nasib demokrasi kita ke depan perlu dijaga," ujarnya.
Dia mengatakan, hingga saat ini Koalisi Merah Putih (KMP) belum membahas terkait kemungkinan sikap Golkar gabung pemerintah.
Menurut dia, KMP akan mengadakan rapat pada awal pekan depan.
Selain itu, dia menegaskan bahwa Gerindra tetap berada di luar pemerintahan, itu diartikan bahwa program-program pemerintahan yang bagus akan didukung.
"Namun kalau tidak menguntungkan rakyat, akan kami koreksi sehingga tetap kami pantau," ujarnya.
Sebelumnya, Partai Golkar hasil Munas Bali membuka opsi untuk bergabung menjadi pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Opsi ini muncul setelah DPD I sepakat merekomendasikan agar Golkar bergabung menjadi partai pendukung pemerintah, dalam konsolidasi nasional di Bali, Senin (4/1/2016) kemarin.
Ketua DPP Partai Golkar Munas Bali Nurdin Halid mengatakan rekomendasi itu tidak bisa langsung disetujui karena akan dibahas kembali dalam rapat pimpinan nasional.
"Dibahas dalam rapimnas apakah kita tetap di luar pemerintahan atau bergabung dengan pemerintahan, tapi bukan di KIH ya," kata Nurdin Halid.
Nurdin mengatakan, usulan untuk mendukung pemerintah ini muncul karena DPD I ingin Golkar berkontribusi di pemerintahan, sesuai ide dasar karya kekaryaan yang menjadi landasan berdirinya partai berlambang pohon beringin itu.
Dia membantah keinginan mendukung pemerintah agar Menteri Hukum dan HAM mengesahkan kubu Aburizal. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Celios Desak Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko: Minim Kontribusi, Malah Ribut di Kampus
-
BMPAN Soroti Dugaan Keterlibatan PDIP dalam Aksi Mahasiswa, Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo
-
Ritual Buka Aura Jadi Kedok! Penipu di Kalideres Gasak Emas Rp33 Juta dari Lansia 67 Tahun
-
Klaim Rupiah Menguat dan MBG Sudah Dievaluasi, BMPAN: Tuntutan Mahasiswa Sudah Direspons
-
Ditanya Soal Aliran Uang ke Eks Menag Yaqut, Dirut Maktour: Saya Tak Berani...
-
Curhat Korban Hanania Travel di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah
-
Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan
-
Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG
-
Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar
-
Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M