Suara.com - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan arus kendaraan di kota Palembang akan macet total pada 2019 bila tidak diantisipasi dengan penambahan jalan dan jembatan.
Berdasarkan penelitian Palembang akan mengalami kemacetan total dua hingga tiga tahun mendatang sehingga perlu diantisipasi, kata Gubernur di Palembang, Selasa (12/1/2016).
Menurut dia, kemacetan itu antara lain karena penambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan infrastruktur yang tersedia.
Pemerintah Provinsi Sumsel terus memacu pembangunan jalan dan jembatan dan sarana pendukung lainnya, ujar gubernur.
Menurut dia, sekarang ini jalan tol sedang dibangun seperti Palembang - Indralaya serta penambahan ruas jalan lainnya.
Selain itu, jalur kereta api ringan juga sedang dibangun di kota Palembang untuk mengantisipasi kemacetan yang akan terjadi.
Pemeirntah juga akan dibangun dua jembatan layang dalam mengantisipasi kemacetan tersebut, kata dia.
Bahkan, Pemerintah akan membangun Jembatan Musi IV dan VI dalam mengurai penambahan arus kendaraan tersebut.
Semua pembangunan yang dilaksanakan tersebut ditargetkan rampung sebelum Asian Games 2018, ujar dia.
Pembangunan infrastruktur dilakukan tersebut supaya arus lalu lintas tidak mengalami kemacetan yang sudah terjadi sekarang ini, kata dia.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumsel Muslim mengatakan, berdasarkan data penambahan jumlah kendaraan cukup tinggi di Sumsel.
Penambahan jumlah kendaraan setiap tahun rata-rata mencapai 2000 unit, tambah dia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam