Suara.com - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara, Yasin Muhammad mengemukakan, informasi mengenai adanya pejabat negara menggunakan jet pribadi pengusaha untuk kunjungan kerja ke daerah harus diusut kebenarannya.
"Pejabat negara, jika benar menggunakan fasilitas jet pribadi milik investor asing dan dapat mempengaruhi dalam mengambil keputusan pembangunan kilang gas Blok Masela, tidak bisa dibenarkan," katanya kepada pers di Jakarta, Kamis (!2/1/2016).
Karena itu, kata Yasin Muhammad, informasi tersebut harus diusut tuntas. Sebab jika benar berpotensi adanya praktik suap dan mempengaruhi kebijakan negara terkait pengelolaan kekayaan sumber daya alam yang diincar pihak asing.
"Jika memang benar bahwa Direktur Hulu Migas Kementerian ESDM menggunakan fasilitas jet pribadi dari Inpex, pemenang tender Blok Masela, tentu sangat mengecewakan dan harus diusut tuntas," katanya.
Menurut Yasin, pejabat negara dalam melakukan perjalanan dinas sudah dibiayai oleh negara. Jika fasilitas jet pribadi tersebut berkaitan dengan memuluskan pengelolaan Blok Masela, maka harus diusut tuntas karena berpotensi adanya praktik suap.
Penegasan Yasin Muhammad ini menanggapi beredarnya informasi dan foto Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM Djoko Siswanto bersama pramugari di dalam private jet. Hal ini membuat heboh di twitter.
Dalam keterangan foto yang diunggah akun twitter@energibebas, Senin (11/1/2016), tertulis jet pribadi itu milik bos perusahaan minyak dan gas. Sementara itu, Djoko Siswanto kepada pers telah membantah menggunakan jet pribadi untuk kunjungan kerja ke daerah. "Itu berita bohong dan tidak benar," kata Djoko.
Djoko mengakui, foto yang beredar di media sosial memang dirinya. Namun dia membantah pesawat yang dinaikinya merupakan jet pribadi milik salah satu pengusaha migas.
"Itu hanya pesawat biasa yang di-'charter' untuk umum dan bukan jet pribadi," katanya.
Bantahan juga disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dalam keterangan persnya Selasa (12/1/2015).
Sudirman Said membantah telah menggunakan pesawat jet pribadi untuk tugas setelah beredarnya foto Djoko Siswanto. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan