Direktur Saiful Mujani Search and Consulting, Djayadi Hanan [suara.com/Nikolaus Tolen]
Direktur Saiful Mujani Search and Consulting, Djayadi Hanan, menilai keberadaan ISIS tidak terlalu membuat warga di pedesaan di Indonesia. ISIS, katanya, hanya menciptakan rasa tidak aman bagi masyarakat yang menetap di perkotaan.
"Kalau dari segi domisili dan pendapatan, orang yang berdomisili di kota akan semakin tidak aman dengan keberadaan ISIS, sementara yang di pedesaan, rasa tidak amannya rendah. Kalau dari segi pendapatan, yang berpendapatan tinggi, rasa semakin tidak amannya semakin tinggi daripada yang pendapatannya rendah," kata Djayadi Hanan di Jalan Cisadane Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (22/1/2016).
Menurut Djayadi Hanan anggota kelompok radikal lebih mudah diterima masyarakat pedesaan.
"Terorisme akan lebih mudah diterima di daerah pedesaan karena selama ini kalau teroris mau ditangkap, pasti sembunyi dan larinya ke pedesaan," kata Djayadi.
Selain masyarakat pedesaan, lapisan masyarakat yang tingkat rasa tidak amannya rendah akan keberadaan ISIS adalah mereka yang masuk golongan pendidikan rendah dan berjenis kelamin lelaki.
Djayadi menjelaskan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi pula tingkat rasa ketidaknyamanannya akan keberadaan ISIS.
"Kenapa perempuan lebih takut dan merasa tidak aman, karena perempuan sering dijadikan target oleh ISIS," kata Djayadi.
Sedangkan berdasarkan tingkat usia, kata Djayadi, kebanyakan masyarakat yang umurnya masih muda merasa tidak aman dengan adanya ISIS ketimbang yang berusia tua.
"Ya kalau kita lihat faktanya, bahwa memang yang sering menjadi pelaku teror adalah orang-orang muda, Afif (pelaku teror di Jalan M. H. Thamrin) masih muda, lebih muda dari saya," kata Djayadi.
"Kalau dari segi domisili dan pendapatan, orang yang berdomisili di kota akan semakin tidak aman dengan keberadaan ISIS, sementara yang di pedesaan, rasa tidak amannya rendah. Kalau dari segi pendapatan, yang berpendapatan tinggi, rasa semakin tidak amannya semakin tinggi daripada yang pendapatannya rendah," kata Djayadi Hanan di Jalan Cisadane Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (22/1/2016).
Menurut Djayadi Hanan anggota kelompok radikal lebih mudah diterima masyarakat pedesaan.
"Terorisme akan lebih mudah diterima di daerah pedesaan karena selama ini kalau teroris mau ditangkap, pasti sembunyi dan larinya ke pedesaan," kata Djayadi.
Selain masyarakat pedesaan, lapisan masyarakat yang tingkat rasa tidak amannya rendah akan keberadaan ISIS adalah mereka yang masuk golongan pendidikan rendah dan berjenis kelamin lelaki.
Djayadi menjelaskan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi pula tingkat rasa ketidaknyamanannya akan keberadaan ISIS.
"Kenapa perempuan lebih takut dan merasa tidak aman, karena perempuan sering dijadikan target oleh ISIS," kata Djayadi.
Sedangkan berdasarkan tingkat usia, kata Djayadi, kebanyakan masyarakat yang umurnya masih muda merasa tidak aman dengan adanya ISIS ketimbang yang berusia tua.
"Ya kalau kita lihat faktanya, bahwa memang yang sering menjadi pelaku teror adalah orang-orang muda, Afif (pelaku teror di Jalan M. H. Thamrin) masih muda, lebih muda dari saya," kata Djayadi.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi