Suara.com - Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso, Andi Joesoef mengaku tidak mengetahui soal penangkapan kliennya oleh polisi. Dia mengaku saat ditangkap di Hotel Neo, Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/1/2016), dirinya sedang berada di Surabaya, Jawa Timur.
"Belum, pas Jessica dijemput polisi, kita pulang ke Surabaya," kata Andi saat dihubungi suara.com, Minggu (31/1/2016).
Andi mengaku dirinya hanya mendapatkan informasi perihal rencana penggeledahan rumah kliennya, Rabu (28/1/2016) kemarin.
"Yang jelas dari Rabu itu ada informasi dari Polda akan ada penggeledahan di rumah jessica, karena di sana banyak wartawan, penyidik menghidari itu, jadi tidak jadi," katanya
"Penggledahan ditunda sampai tidak ada batas yang ditentukan," sambung Andi.
Andi pun mengaku kecewa soal proses penangkapan kliennya oleh polisi. "Mungkin harus memberitahu kepada PH (Penasehat Hukum)nya, Jessica dijemput. Kita juga ada keberatan," katanya.
Sebab Andi mengklaim, tujuannya kliennya di hotel tersebut bukan untuk melarikan diri. Melainkan untuk menghidari sorotan awak media.
"Jessica tidak melarikan diri. Dia istirahat di hotel selama dua hari," katanya.
"Tapi kamu selaku PH berupaya semaksimal mungkin melakukan pembelaan terhadap klien kami. Kami akan pertanyakan," tambahnya.
Sebelumnya, polisi telah menetapkan Jessica sebagai tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin (27). Jessica ditangkap saat berada di Hotel Neo, Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/1/2016) sekira pukul 07.45 WIB.
Usai menjalani pemeriksaan selama lebih dari 13 jam. Jessica dijebloskan ke sel tahanan Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani penahanan selama 20 hari ke depan terhitung Sabtu (30/1/2016) kemarin.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila
-
Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu