Suara.com - Keuskupan Agung Katholik Singapura memperingatkan umatnya atas kemunculan orang-orang yang diduga sebagai nabi palsu.
Surat kabar resmi Keuskupan Agung Singapura CatholicNews, seperti dikutip oleh Asia One, mengatakan bahwa Kantor Apostolik, kantor cabang keuskupan, mengedarkan sebuah artikel menyoroti soal kemunculan dua orang perempuan yang mengklaim mendapat wahyu dari Sang Ilahi.
Yang pertama adalah seorang peramal Irlandia bernama Mary Carberry atau "Maria Divine Mercy" (Maria Rahmat Ilahi). Sementara itu, yang kedua adalah Fabienne Guerrero, seorang perempuan yang mengaku sebagai nabi dan diyakini berasal dari Prancis.
Menurut Kantor Apostolik Keuskupan Agung Singapura, Mary Carberry, selama bertahun-tahun mengklaim telah menerima pesan dari Yesus Kristus dan Perawan Maria. Mary punya pengikut yang jumlahnya signifikan, termasuk di Singapura.
Disebutkan pula, "gerejanya" telah ditolak oleh Keuskupan Agung Dublin, Irlandia dan Keuskupan Agung lain di Eropa, Amerika, dan Australia.
Sementara itu, Fabienne, dikabarkan datang ke Singapura bulan November tahun lalu dan memberikan pengajaran tanpa izin. Fabienne, kepada para pengikutnya, memperingatkan bahwa mereka akan masuk neraka jika melakukan praktik-praktik tertentu, seperti mengkremasi jasad mereka ketika meninggal dunia.
Mereka yang hadir dalam pengajarannya mengatakan, Fabienne mengaku bertobat dan kembali memeluk agama Katholik setelah bertahun-tahun melakukan dosa. Fabienne mengatakan, ia memperoleh wahyu ilahi bahwa dirinya adalah seorang nabi.
Kantor Apostolik menyebut, kedua sosok ini "kerap menyampaikan pesan-pesan yang tidak sesuai dengan ajaran Katholik di samping unsur-unsur yang lebih ortodoks".
Artikel tersebut juga mengatakan, seperti Mary Carberry, Fabienne juga kerap menghindar dari otoritas Katholik Singapura.
"Ia dan warga Katholik setempat yang menyelenggarakan pengajarannya berulang kali mengabaikan regulasi Kantor Apostolik di mana pembicara asing diwajibkan memperoleh izin terlebih dahulu untuk mengadakan pengajaran," demikian disebutkan.
Kantor Apostolik juga menyebut, regulasi tersebut ada untuk melindungi warga Katholik lokal dari kebingungan-kebingungan seperti "risiko bahaya teologis, doktrin, spiritual, dan moral" yang mungkin dibawa oleh para aktivis seperti Mary dan Fabienne.
Kantor Apostolik, melalui situs resminya pada bulan November, memperingatkan soal Fabienne, Mary, dan pastor-pastor penggalang dana tak berizin. (Asia One)
Berita Terkait
-
Pertama Dalam Sejarah Zionis Larang Pemimpin Gereja Ibadah di Makam Kudus
-
Ramai Kasus Aurelie Moeremans, Bagaimana Tata Cara Menikah di Gereja Katolik?
-
Natal di Serambi Mekkah, Kala Cahaya Solidaritas Lebih Terang dari Gemerlap Lampu
-
Sentuhan Solidaritas dalam Perayaan Natal, Diorama Bencana Hiasi Gereja di Jambi
-
Paus Leo XIV: Paus Amerika Pertama dan Harapan Baru Vatikan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung
-
Rekayasa Lalu Lintas Bundaran HI 27 Juni, Cek Rute Alternatif dan Kantong Parkir HUT Jakarta
-
Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes
-
'Kalau Cemas Mending Berbenah!' PSI Semprot Balik PDIP Soal Dukungan Prabowo-Gibran Dua Periode
-
Prabowo Sentil Penolak MBG, Pakar Pertanyakan Apakah Betul Menyasar Anak Kelaparan?
-
Dua Gempa Besar Hantam Venezuela dalam 39 Detik: Mengapa Negara Itu Rawan Terhadap Gempa?
-
Khawatir Cucu Diintai, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Minta LPSK Lindungi Keluarganya
-
Hasto Singgung Mahasiswa UBK dan Gibran saat Menjawab Tuduhan PDIP Dalang Demo
-
Cuma di Indonesia TNI Turun ke Sawah, DPR Bela Prabowo: Tentu Jadi Kebanggaan
-
Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS Serentak Mulai 14 Juli 2026