Suara.com - Masyarakat Adat Suku Dayak di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur menggelar festival masyarakat adat. Festival digelar, Rabu (3/2/2016) hari ini.
Terkait acara tersebut, 18 Januari 2016 lalu, Perwakilan Kepala Suku Adat Dayak, Yustinus Dullah mendatangi Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Lenis Kogoya untuk mengundangnya hadir dalam acara tersebut.
Lenis yang juga mantan Kepala Suku Provinsi Papua menerima undangan tersebut. Alasannya ingin menghidupkan kembali peran masyarakat bagi negara. Lenis pun berangkat dari Jakarta pada, Selasa (2/2/2016) kemarin.
Perjalanan Lenis lancar hingga tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan. Namun, perjalanan mulai menemui kendala ketika ada kabar bahwa maskapai perintis Kalstar tidak bisa diberangkatkan. Padahal Lenis harus ke Bandara Melalan di Kutai Barat dari Balikpapan.
Berhadapan dengan situasi tersebut, Lenis menunda perjalanan dan menginap di Balikpapan sehari. Namun sore harinya pihak Kalstar kembali kembali membatalkan penerbangan ke Kutai Barat.
"Bagaimana sudah, kita cancel saja, kita balik ke Jakarta saja," kata Lenis usai mendengarkan informasi dari pihak Kalstar melalui asistennya di Balikpapan, Selasa (2/2/2016).
Akhirnya Lenis menggunakan jalur darat ke Kutai Barat. Dia tidak ingin masyarakat Kutai Barat merasa kecewa. Perjalanan ditempuh selama 12 jam.
"Bagaimana ini, kita lewat darat saja, kita ke Samarinda dulu. Nanti kalau ada pesawat kita naik pesawat. Tapi kalau tidak kita naik mobil sampai sana saja. Kita tidak boleh mengecewakan mereka, mereka sudah siap di sana," kata Lenis.
Menjalankan rencana teesebut, rombongan pun berangkat dari Balikpapan pada pukul 20.00 WITA. Setelah melalui jalan yang panjangnya mencapai 600 kilometer dan dengan kondisi yang lumayan bagus tersebut, Lenis bersama stafnya tiba pada pukul 08.15 WITA di Kutai Barat.
Sesampainya di Kutai Barat, Lenis pun disambut oleh sejumlah Tokoh adat Dayak Kutai Barat di Nicci Hotel. Suara.com ikut dalam rombongan itu. Acara bersama tokoh adat dan jajaran Muspida Kutai Barat di Gedung Taman Budaga Sendawar, Kutai Barat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?