Suara.com - Aparat Dinas Perhubungan (Dishub ) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten mencatat sebanyak 22 titik kemacetan arus lalu lintas pada jalan utama Raya Serang mulai dari Bitung, Kecamatan Curug hingga ke Kecamatan Jayanti. Menurut dia ada kendala 'klasik' di macet itu.
"Kami telah berupaya untuk mengurai titik kemacetan tersebut namun mengalami kendala," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dishub Pemkab Tangerang Dani Wiradana di Tangerang, Selasa (9/2/2016).
Dani mengatakan kendala tersebut karena merupakan jalan negara dan panjangnya mencapai 17,3 km dan kewenangan juga berada pada Dishub di Pemprov Banten. Pihaknya sudah mengusulkan agar kemacetan diatasi bersama dengan aparat Dishub Banten sejak tahu 2014, tapi belum ada tanggapan serius.
Kemacetan parah terjadi di Cikupa dan Curug karena merupakan pertemuan dari berbagai arah menuju jalan tol Jakarta-Merak atau sebaliknya. Namun untuk kemacetan di Cikupa salah satunya akibat keberadaan pedagang di pasar tradisional Cikupa yang belakangan mulai berangsur diurai.
Para pedagang sudah disuruh Satpol PP setempat untuk berjualan di dalam pasar dan tidak di bahu jalan seperti sebelumnya. Selaini tu penyebab kemacetan karena warga menyeberang tidak pada tempatnya dan kadang pengemudi menaikkan dan menurunkan penumpang sembarang tempat.
"Hal lain adalah karena tidak adanya jembatan penyeberangan orang (JPO), maka warga seenaknya melintas dan menimbulkan kemacetan," katanya.
Dia menambahkan harus ada juga rekayasa jalan dan membuat tembok pemisah agar pejalan kaki tidak leluasa melintas. Padahal pihaknya setiap hari siaga di lokasi kemacetan itu sebagai antisipasi bersama aparat Lalu Lintas Polresta Tangerang.
Meski begitu, pihaknya masih menunggu tanggapan dari Dishub Banten tentang upaya mengatasi kemacetan tersebut agar dapat ditanggulangi bersama. Pihaknya sudah memasang beton pemisah di lokasi rawan tapi jumlahnya masih kurang sehingga perlu penambahan dari Dishub Banten. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123