Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) akan memeriksa kembali mantan Ketua DPR, Setya Novanto (Setnov), terkait dugaan persekongkolan jahat dalam kasus papa minta saham
pada Rabu (10/2/2016). Kejagung hendak meminta keterangan kepada Setnov, ihwal pertemuannya dengan Maroef Sjamsoeddin yang saat itu menjabat Presiden Direktur PT Freeport INdonesia, dan pengusaha minyak, Riza Chalid.
"Kemarin rencananya bisa datang, pemeriksaan ditujukan untuk meminta keterangan isi pembicaraan pertemuan, karena pada isi keterangan kemarin benarkan ada pertemuan. Kami ingin menanyakan apa yang dibicarakan," kata Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus(JAM Pidsus), Arminsyah di Gedung Kejaksaan RI.
Namun, hingga kini, politisi Golkar tersebut belum datang memenuhi panggilan.
Sementara terkait adanya konfrontir antara Maroef dengan Setnov, Arminsyah mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan dilakukan. Saat ini, Kejaksaan lebih mengutamakan pernyataan Setnov, karena Maroef sudah menjalani pemeriksaan.
Adapun soal Riza Chalin yang tetap mangkir, Kejagung menyatakan tidak akan mengundang kembali pengusaha minyak tersebut. Kejagung akan mengupayakan cari lain untuk 'membawa pulang' Riza Chalid.
"Untuk Riza Chalid, Kejagung tidak akan undang kembali, namun akan dilakukan upaya dengan cara lain," katanya.
Seperti diketahui, dari beberapa kali pemanggilan, Setnov baru sekali memenuhi permintaan Kejagung, yakni pada 4 Februari lalu.
Selain Setnov, Kejagung juga telah memeriksa Maroef Sjamsoedding eks Presiden Direktur PT Freeport Indonesia dan Menteri ESDM Sudirman Said.
Adapun soal Riza Chalin, hingga kini, Kejagung masih belum dapat meminta keterangan pengusaha minyak tersebut, karena berada di luar negeri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek