Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan sebesar Rp144,3 miliar dana siap pakai sudah diberikan ke daerah untuk penanganan bencana.
"Sejak Oktober 2015 BNPB sudah memberikan dana siap pakai sebanyak Rp144,3 miliar ke 23 provinsi karena kita tahu pada awal tahun biasanya pemda anggarannya tidak siap," kata Willem di Jakarta, Selasa.
Usai rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan kementerian/lembaga terkait mengenai penanganan banjir, Willem mengatakan, presiden sudah memerintahkan agar pihak terkait melakukan kesiap-siagaan.
"Kita sudah tindaklanjuti, kita sudah siapkan rencana kontigensi, mengaktifkan posko dan lain-lain," ujarnya.
Dalam rapat tersebut dibahas mengenai solusi penanganan banjir yaitu ada jangka pendek, menengah dan panjang.
"Jangka pendek sesuai arahan Wapres kita akan lakukan gerakan kebersihan nasional karena salah satu penyebab banjir itu adalah kapasitas drainase yang ada dan kondisi banyak sampah sehingga terjadi penyumbatan," katanya.
Karena itu disampaikan Wapres agar setiap penghuni rumah bertanggung jawab terhadap kelancaran got-got yang ada di depan rumah.
Untuk jangka menengah ke depan harus membangun bangunan yang tinggi sehingga tersedia dataran banjir yang lebih luas atau meningkatkan kapasitas tampung.
Willem mengatakan terdapat 74 kabupaten/kota berada di wilayah rawan terhadap longsor dan penduduk yang terpapar bahaya 40,9 juta jiwa. Sementara 315 Kabupaten/kota rawan banjir dengan jumlah warga yang terpapar bahaya banjir 63,7 juta tersebar di 23 provinsi. (Antara)
Berita Terkait
-
Status Waspada, Gunung Dukono Kembali Erupsi
-
Pembangunan 357 Huntap Rampung, Penyintas Bencana Bersiap Tinggalkan Hunian Sementara
-
Wamensos Dorong Bandar Lampung Bentuk Kampung Siaga Bencana dan Perkuat DTSEN
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Biar Nggak Merasa Ketipu, Ini Alasan Hukum Kenapa Kuota Internet Kamu Hangus Saat Masa Aktif Habis
-
Bukan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bongkar Hitungan Jaksa: Total Saya Dituntut 27 Tahun Penjara!
-
Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia
-
Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?
-
Budisatrio Djiwandono Siap Hadirkan Para Dubes untuk Simak Sinergi Karang Taruna - Sekolah Rakyat
-
Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai
-
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia
-
Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni
-
Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun
-
Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu